Investor Internasional Lirik Perikanan Juwana, Sedekah Laut Jadi Momentum Ekonomi

Berita, Pati304 Dilihat

PATIPortalMuria.com  – Kabupaten Pati kembali mencuri perhatian. Kali ini bukan sekadar soal tradisi, melainkan potensi ekonomi yang mengundang investor internasional untuk turun langsung melihat peluang di kawasan perikanan Juwana.

Ketertarikan tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah daerah pun diminta tak sekadar menjadi penonton, melainkan bergerak cepat menangkap peluang.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa kehadirannya dalam tradisi sedekah laut di PPI Unit II Bajomulyo bukan hanya simbolis.

Didampingi sejumlah pejabat daerah, ia menekankan bahwa sektor perikanan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Pati.

“Saya ikut datang dan ikut mendoakan agar Allah SWT memberi keberkahan bagi nelayan, agar tahun ini hasil laut melimpah, harga bagus, dan pemasaran lancar,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Tradisi sedekah laut di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, bukan sekadar ritual budaya. Selama lima hari, sejak Jumat hingga Selasa, kawasan ini hidup dengan berbagai kegiatan, yaitu mulai dari ketoprak, kesenian rakyat, hingga hiburan yang melibatkan ribuan warga.
Perputaran ekonomi pun tak terhindarkan. Pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata ikut terdongkrak.

Di titik ini, tradisi berubah fungsi: dari warisan budaya menjadi magnet ekonomi.

Namun di balik potensi besar, persoalan klasik masih membayangi. Minimnya anggaran penyelenggaraan serta padatnya kapal yang bersandar di pelabuhan menjadi kendala nyata.

Prosesi larung sesaji dalam tradisi sedekah laut di Juwana berlangsung khidmat di tengah laut. Warga dan nelayan mengiringi miniatur kapal berisi sesaji sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan keselamatan serta hasil tangkapan yang melimpah.

Keterbatasan kapal tarik juga memperparah situasi, membuat aktivitas keluar-masuk kapal tidak optimal.

Menanggapi hal itu, Chandra memastikan pemerintah akan mengambil langkah konkret.

“Segera kita anggarkan kapal tarik baru dengan anggaran perubahan tahun ini. Dari situ nanti akan menjadi solusi sekaligus mengatasi permasalahan anggaran, karena tentu sudah bisa menghasilkan,” tegasnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan di pelabuhan, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi hasil laut.

Puncak acara ditandai dengan pelarungan dua kapal mini berisi sesaji kepala kerbau dan ubo rampe ke laut lepas. Ritual sakral ini menjadi simbol harapan akan keselamatan dan rezeki bagi para nelayan.

Plt Bupati turut mengikuti prosesi hingga ke tengah laut, bersama tokoh agama, anggota DPRD, serta tamu undangan, dengan pengawalan ketat petugas gabungan.

Ketika investor global mulai melirik, Juwana berada di titik krusial. Tradisi yang kuat berpadu dengan potensi ekonomi besar.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Juwana punya peluang, tetapi seberapa cepat peluang itu bisa diwujudkan menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat pesisir.

(Red.)