Jalan Rusak Parah di Kayen Pati, Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Protes

Berita, Pati604 Dilihat

PATIPortalMuria.com – Kerusakan parah jalan di selatan RSUD Kayen, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, memantik aksi tak biasa dari warga. Sejumlah titik di ruas Jalan Kantor Eks Kawedanan Kayen kini “dihiasi” pohon pisang yang ditanam langsung di tengah jalan.

Aksi ini bukan tanpa alasan. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital justru berubah menjadi jebakan bagi pengguna. Lubang-lubang besar yang tertutup genangan air coklat membuat pengendara sulit membedakan mana jalan dan mana kubangan.

Tak hanya pohon pisang, warga juga meletakkan ban bekas di beberapa titik sebagai penanda bahaya. Video kondisi tersebut pun viral di media sosial, memicu sorotan publik terhadap infrastruktur di wilayah tersebut.

Salah satu warga, Herlan Sujasmani, mengaku menjadi inisiator aksi tersebut. Ia menanam pohon pisang sebagai bentuk “rambu darurat” agar pengguna jalan lebih waspada.

“Alasannya sederhana, untuk memberi tanda kepada masyarakat bahwa jalan ini rusak parah. Sekaligus supaya pemangku kebijakan juga tahu,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Bagi Herlan, aksi ini bukan sekadar simbol protes, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

Kerusakan jalan ini bukan cerita baru. Sejak akhir 2025, tepat saat musim hujan mulai intens, kondisi jalan terus memburuk tanpa perbaikan berarti.

Herlan sendiri mengaku pernah menjadi korban. Saat melintas di jalan tersebut, motornya oleng akibat lubang yang tertutup air, hingga akhirnya terjatuh dan tercebur ke dalam kubangan.

Kerusakan parah jalan di selatan RSUD Kayen, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, memantik aksi tak biasa dari warga.

“Saya sendiri pernah jatuh di sini. Makanya saya tanami pisang biar orang tahu ini dalam,” katanya.

Minimnya penerangan jalan di malam hari semakin memperparah situasi. Kombinasi gelap, lubang, dan genangan menjadikan ruas ini rawan kecelakaan.

Ironisnya, jalan rusak ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan berbagai fasilitas penting. Mulai dari RSUD Kayen, Masjid Agung Kayen, Alun-alun Kayen, hingga sekolah dan kantor pemerintahan.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama dalam situasi darurat. Akses menuju layanan kesehatan menjadi tidak optimal saat dibutuhkan cepat.

“Kalau ada keadaan darurat, harusnya bisa cepat. Tapi dengan kondisi seperti ini jadi terhambat,” keluh Herlan.

Tak hanya soal keselamatan, dampak ekonomi juga mulai dirasakan warga. Sujarwanto, warga setempat, menyebut banyak orang kini enggan melintas karena kondisi jalan yang rusak parah.
Akibatnya, aktivitas perdagangan ikut menurun.

“Orang jadi malas lewat sini. Pedagang juga terdampak, pendapatan menurun. Selain itu juga rawan kecelakaan,” ujarnya.

Aksi tanam pohon pisang ini menjadi pesan keras sekaligus sindiran halus kepada Pemerintah Kabupaten Pati. Warga berharap, viralnya kondisi ini dapat mempercepat perbaikan jalan yang telah lama dinanti.

Bagi mereka, ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan tentang keselamatan, ekonomi, dan hak atas akses jalan yang layak.

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin “kebun pisang” di tengah jalan akan terus bertambah, dan akan menjadi simbol panjangnya penantian warga akan perhatian pemerintah.

(Red.)