Dua Remaja Tewas Tenggelam di Air Terjun Watu Bobot Jepara

Berita, Jepara331 Dilihat

JEPARAPortalMuria.com  – Dua remaja dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Watu Bobot, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Sabtu (28/3/2026) pagi.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat korban diduga tengah bermain air di bawah aliran air terjun. Laporan resmi diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara sekitar pukul 09.00 WIB.

Kedua korban diketahui berinisial M (18) dan A (18), warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit. Mereka datang ke lokasi wisata alam tersebut bersama rekan-rekannya sebelum insiden terjadi.

Diduga kuat, keduanya terseret arus bawah saat berada di area yang memiliki kedalaman tidak merata.

Informasi kejadian ini dengan cepat sampai ke Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Ia bersama jajaran langsung menuju lokasi untuk memantau sekaligus ikut dalam proses evakuasi.

Medan menuju Air Terjun Watu Bobot tergolong sulit. Lokasi yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Kantor Kecamatan Batealit tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat. Rombongan harus melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki.

Proses pencarian melibatkan tim SAR dan BPBD Jepara yang harus menyelam ke dasar sungai dengan kondisi arus cukup kuat.

Korban pertama berhasil ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB, tidak jauh dari titik awal tenggelam, menggunakan bantuan jangkar. Sementara korban kedua ditemukan sekitar 10 menit kemudian oleh tim penyelam.
Kondisi arus bawah yang deras menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

Sejumlah warga dan petugas memadati tepian sungai di kawasan Air Terjun Watu Bobot, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jepara, saat proses pencarian korban tenggelam, Sabtu (28/3/2026).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa arus bawah di lokasi kejadian sangat kuat dan berbahaya.

“Di lokasi arus bawahnya kencang banget,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa karakter alam di kawasan wisata air sering kali menyimpan risiko yang tidak terlihat, seperti pusaran dan arus bawah yang dapat menyeret pengunjung secara tiba-tiba.

Bupati Jepara juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar lebih waspada saat berkunjung ke lokasi wisata alam, khususnya air terjun dan sungai.

“Warga dan wisatawan harus lebih berhati-hati. Utamakan keselamatan,” tegasnya.

Pengunjung diminta tidak lengah, terutama di area dengan bebatuan licin, kedalaman tak merata, serta aliran air yang tampak tenang di permukaan namun berbahaya di bawahnya.

Tragedi ini kembali menjadi pengingat bahwa destinasi wisata alam menyimpan risiko tinggi jika tidak diimbangi kewaspadaan. Keindahan alam seperti Watu Bobot tak selalu sejalan dengan keamanan, terutama bagi pengunjung yang mengabaikan potensi bahaya tersembunyi.

(Red.)