Bupati Jepara Tancap Gas Usai Lebaran, Sowan Kiai NU dan Muhammadiyah Serap Aspirasi Strategis

Berita, Jepara709 Dilihat

JEPARAPortalMuria.com  – Jepara langsung “dipanaskan” dengan langkah tak biasa di hari pertama kerja pascalebaran, Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M Ibnu Hajar memilih memulai agenda bukan dari kantor, melainkan dari pesantren ke pesantren.

Didampingi Sekda Ary Bachtiar serta jajaran Forkopimda, rombongan menyambangi para kiai dan tokoh masyarakat dari dua ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Rabu, 25 Maret 2026.

Langkah ini bukan sekadar tradisi halal bihalal, tetapi juga sinyal kuat bahwa arah kebijakan daerah akan disusun dari suara akar rumput, langsung dari para ulama.

Agenda tersebut turut dihadiri Kapolres Jepara Hadi Kristanto, Dandim 0719/Jepara Ranna Hidfitriyadi, Kepala Kemenag Jepara Akhsan Muhyiddin, serta unsur Forkopimda lainnya.

Rombongan memulai perjalanan dari wilayah selatan Jepara, dengan sejumlah titik kunjungan, Ponpes Attaqi Jerukwangi asuhan KH Nur Cholis, Ponpes Balekambang asuhan KH Ma’mun Abdullah Hadziq, Ponpes Hadziqiyah asuhan KH Khayatun AH yang juga Rais Syuriah PCNU Jepara, Ponpes Zhilalul Qur’an Raguklampitan Batealit asuhan Hasyim Sila Alhafidz, Ketua PD Muhammadiyah Jepara Fahrurrozi di Surodadi Kedung, Ponpes Safinatul Huda Sowan Kidul asuhan KH Masduki Ridwan.

Agenda berlanjut pada Kamis, 26 Maret 2026, di wilayah Jepara utara, dengan tujuan Ponpes Fadlun Nafs asuhan Ahmad Marzuki, Ponpes Amtsilati Bangsri pimpinan Taufiqul Hakim.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Witiarso tidak datang membawa pidato panjang, melainkan telinga terbuka untuk menyerap berbagai persoalan riil masyarakat.
Beragam isu strategis mengemuka, penguatan sektor keagamaan, peningkatan kualitas pendidikan, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, persoalan sosial kemasyarakatan.

“Masukan dari para kiai menjadi pedoman kami, ini juga bagian dari tabarrukan, momentum Syawal ini kami jadikan titik awal untuk meningkatkan pelayanan, kami siap tancap gas,” tegas Witiarso.

Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M Ibnu Hajar, Sekda Ary Bachtiar, dan jajaran Forkopimda, silaturahmi ke para kiai NU dan Muhamadiyah Rabu, 25/3/2026.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun tidak akan berhenti sebagai catatan seremonial, tetapi akan ditindaklanjuti dalam kebijakan konkret.

Langkah jemput bola ini mendapat respons positif dari kalangan ulama, Pengasuh Ponpes Zhilalul Qur’an sekaligus Ketua FKUB Jepara KH Hasyim Sila Alhafidz menilai kondisi daerah saat ini sangat kondusif.

Menurutnya, harmoni antarumat beragama di Jepara terjaga dengan baik, berbagai perayaan keagamaan seperti Nyepi, Natal, Lebaran berlangsung aman, damai, tertib.

“Situasi Jepara rukun, damai, aman, nyaman, toleransi yang terjaga ini menjadi modal penting untuk pembangunan ke depan,” ujarnya.

Langkah Bupati Jepara ini bisa dibaca lebih dari sekadar tradisi pascalebaran, di tengah tuntutan publik terhadap kebijakan yang tepat sasaran, pendekatan langsung ke tokoh agama menjadi strategi yang sarat makna.

Di Jepara, suara kiai bukan hanya moral force, tetapi juga social compass, ketika pemerintah memilih mendengar dari pesantren, ada pesan kuat bahwa kebijakan tak boleh jauh dari denyut masyarakat.

Kini publik menunggu, apakah “tancap gas” ini benar-benar melaju kencang, atau sekadar seremoni tahunan yang berulang.

(Red.)