Disewa Hingga Rp 35 Juta, 2 Truk Sound Horeg Ditahan Polres Demak Jelang Malam Takbir

Demak, Nasional371 Dilihat

DEMAK, PortalMuria.com – Euforia malam takbir jelang Idul Fitri kembali memakan korban. Dua truk sound horeg dengan tarif sewa selangit justru berakhir diamankan aparat Polres Demak sebelum sempat menguasai jalanan.

Langkah tegas ini menjadi sinyal keras bahwa perayaan takbir tidak boleh berubah menjadi potensi gangguan keamanan.

Penindakan dilakukan di Dukuh Kalitekuk, Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, wilayah yang dikenal rawan gesekan saat malam Lebaran.

Kasat Samapta Polres Demak, AKP Setyo, menyebut operasi dilakukan oleh Satgas Gakkum dan Satgas Preemtif.

“Ini ditahan di Polres Demak sampai nanti Lebaran selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan, kawasan tersebut kerap menjadi titik konflik antarwarga, sehingga pencegahan dilakukan lebih awal.

Fakta mencengangkan terungkap dari hasil penindakan. Dua truk sound horeg tersebut memiliki tarif sewa tinggi, Rp 25 juta, Rp 30 juta, Rp 35 juta untuk satu malam penggunaan.

Unit tersebut didatangkan dari luar daerah, Pati, Blora, untuk meramaikan takbir keliling.
Dilarang Resmi, Dianggap Picu Keributan
Penertiban dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, Forkopimda Demak, Majelis Ulama Indonesia.

Larangan ini diberlakukan karena beberapa alasan utama, suara berintensitas tinggi, berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu kenyamanan warga, memancing tawuran antar kelompok.
Dentuman sound horeg dinilai telah bergeser dari semangat takbir menjadi ajang hiburan berlebihan.

Petugas Mengamankan Truk Sound Horeg di Dukuh Kalitekuk, Ngaluran, Wilayah Rawan Gesekan Jelang Malam Lebaran

Baca JugaPolisi Sita Sound Horeg di Demak Jelang Takbiran, Dua Truk Diamankan Usai Warga Resah

Polisi tidak hanya memberikan sanksi tilang. Dua kendaraan tersebut langsung diamankan, penilangan kendaraan, penahanan sementara, hingga Idulfitri selesai, proses penanganan oleh Satgas Gakkum.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penggunaan ulang saat puncak malam takbir.

Polres Demak mengingatkan masyarakat agar menjaga kekhidmatan malam takbir, tidak menggunakan sound berdaya tinggi, tidak melakukan konvoi berlebihan, menjaga ketertiban lingkungan, menghindari potensi konflik.

Fenomena sound horeg kini menjadi sorotan. Di satu sisi dianggap hiburan, di sisi lain memicu keresahan.
Dengan tarif puluhan juta, risiko konflik tinggi, serta larangan resmi yang sudah diberlakukan, penindakan ini menjadi pesan tegas.

Malam takbir bukan panggung adu keras suara, melainkan momentum sakral yang seharusnya dijaga bersama.

(Red.)