PATI, PortalMuria.com – Langkah tegas ditunjukkan Laskar Demang Wotan. Mereka menyatakan kesiapan menurunkan ribuan anggotanya untuk mengamankan situasi di Pengadilan Negeri Pati.
Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen menjaga “marwah Pengadilan Negeri Pati” menyusul kericuhan yang terjadi dalam sidang kasus Botok dan Teguh yang sempat menyita perhatian publik.
Situasi memanas setelah beredarnya video di masyarakat yang memperlihatkan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengawal jalannya persidangan.
Dalam tayangan tersebut, terlihat suasana tegang yang berujung pada kegaduhan di area pengadilan.
Peristiwa itu memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Laskar Demang Wotan yang merasa perlu mengambil sikap.
Ketua Laskar Demang Wotan, Karmito, menegaskan bahwa keputusan untuk bersiaga bukanlah bentuk provokasi, melainkan respons atas situasi yang dinilai dapat mencederai wibawa lembaga peradilan.
“Nurani kami terpanggil. Kami ingin menjaga marwah Pengadilan Negeri Pati. Pengadilan adalah tempat mencari keadilan, bukan ajang unjuk kekuatan,” tegas Karmito.
Ia menambahkan, pengerahan anggota akan dilakukan dengan tetap mengedepankan koordinasi dan tidak bertentangan dengan aparat penegak hukum.
Karmito memastikan bahwa ribuan anggota yang disiapkan bertujuan menciptakan suasana kondusif, bukan memperkeruh keadaan. Ia menilai, dinamika dalam proses hukum seharusnya tetap berada dalam koridor aturan.
Menurutnya, semua pihak harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan, termasuk dalam perkara Botok dan Teguh yang kini menjadi perhatian masyarakat luas.
Di tengah memanasnya situasi, Laskar Demang Wotan juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video atau narasi yang belum tentu utuh.
“Kita semua ingin keadilan. Tapi keadilan harus ditempuh dengan cara yang bermartabat,” imbuh Karmito.
Langkah pengamanan ini pun diprediksi akan menjadi perhatian publik, mengingat potensi gesekan antar kelompok jika tidak dikelola dengan baik. Aparat keamanan diharapkan mampu memastikan jalannya persidangan tetap kondusif, transparan, dan bebas dari tekanan massa.
(Red.)














