Bupati Kudus Gerak Cepat Tangani Dugaan Keracunan MBG SMAN 2 Kudus, 70 Siswa Dirawat dan SPPG Dievaluasi

Berita, Kudus951 Dilihat

KUDUS, PortalMuria.com – Dugaan keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (29/1/2026), langsung direspons cepat oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Tak menunggu lama, orang nomor satu di Kudus itu turun langsung ke lapangan bersama unsur TNI, Polri, dan jajaran Forkopimda.

Langkah cepat ini dilakukan setelah muncul laporan keluhan kesehatan serius dari para siswa, mulai dari mules, pusing, mual, muntah hingga diare.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Bupati Sam’ani menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Begitu ada keluhan dari anak-anak yang mules, pusing, hari ini juga langsung kita bawa semuanya ke rumah sakit. Ini bentuk komitmen kita bersama Forkopimda,” tegas Sam’ani.

Ia menyebut, sejak awal Pemkab Kudus memilih tidak menunda penanganan, demi mencegah kondisi korban memburuk.

Berdasarkan data sementara, total 70 siswa SMAN 2 Kudus harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Rinciannya:

  • RSUD Kudus: 22 siswa
  • RS Mardi Rahayu: 17 siswa
  • RSI Sunan Kudus: 10 siswa
  • Fasilitas kesehatan lainnya: 21 siswa

“Kalau nanti ada tambahan, kita sudah siapkan skema penanganan cepat,” ujar Sam’ani.

Bupati Sam’ani memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung negara. Hal ini dimungkinkan karena Kabupaten Kudus telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,5 persen.

“Semua gratis. Kejadian luar biasa ini kita masukkan BPJS semuanya. Yang belum punya BPJS, langsung dibackup hari ini juga,” jelasnya.

Foto; Pantauan di lokasi menunjukkan ambulans silih berganti datang dan pergi dari area SMA 2 Kudus. Para siswa yang mengalami gejala cukup berat langsung dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr Mustiko Wibowo, mengungkapkan bahwa gejala keracunan sebenarnya telah dirasakan siswa sejak sebelum berangkat sekolah.

“Diduga keracunan MBG hari sebelumnya. Dampaknya baru terasa hari ini, tapi gejalanya sudah muncul saat di rumah,” terang dr Mustiko.

Meski sudah merasakan pusing dan diare, para siswa tetap memaksakan diri masuk sekolah. Kondisi kemudian memburuk hingga dua siswa dilaporkan sempat pingsan di lingkungan sekolah.

Untuk memastikan sumber kejadian, tim gabungan dari Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri telah mengambil sejumlah sampel, mulai dari makanan MBG, sirup, hingga feses korban.

“Dari beberapa komponen itu akan kita teliti. Setelah ketahuan titik masalahnya, akan kita evaluasi menyeluruh,” tegas Sam’ani.

SPPG Tetap Beroperasi, Tapi Satu Titik Dievaluasi Ketat
Meski insiden terjadi, Bupati Kudus menegaskan program SPPG tidak dihentikan total. Namun, satu titik yang diduga bermasalah akan dievaluasi secara khusus.
“SPPG tetap beroperasi. Yang lain jalan, tapi tetap kita pantau ketat,” ujarnya.

Ia juga memastikan besok seluruh koordinator dan penanggung jawab SPPG se-Kabupaten Kudus akan dikumpulkan, untuk briefing, pembekalan, dan evaluasi menyeluruh di Kodim.

Bupati Sam’ani menegaskan bahwa kejadian ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak yang terlibat dalam program MBG.

“Kami sebagai pembina akan ambil langkah cepat. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung dan seluruh korban terus dipantau kondisinya oleh tim medis.

(Red.)