Warga Tambaharjo Protes, Lapangan Desa Jadi Pembangunan KDMP

Berita, Pati1419 Dilihat

PATIPortalMuria.com – Rencana pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tambaharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati, memantik gejolak di tengah masyarakat. Proyek yang direncanakan berdiri di atas lapangan desa Dusun Beran itu menuai penolakan keras dari warga, Selasa (6/1/2026).

Penolakan tersebut bahkan terekam dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan adu argumen antara warga dengan anggota Koramil Pati Kota di lokasi rencana pembangunan.

Salah satu warga, Abdul Jabar, menegaskan bahwa lapangan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan KDMP selama ini masih aktif dimanfaatkan masyarakat, khususnya pemuda dan karang taruna, untuk kegiatan olahraga.

“Lapangan ini masih dipakai latihan sepak bola. Kalau dibangun, otomatis aktivitas warga terganggu,” ujarnya.

Tak hanya itu, warga juga mengkhawatirkan keberadaan kios-kios kecil di sekitar lapangan yang terancam tergusur. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat sekitar.

Gelombang penolakan semakin menguat lantaran janji kepala desa untuk memperbaiki dan mempercantik lapangan sepak bola hingga kini tak kunjung terealisasi. Hal ini menjadi titik krusial yang memicu kekecewaan warga.

“Bukan keberatan, warga minta keseimbangan. Ada pembangunan Kopdes, lapangan juga harus dibangun. Kami dan teman-teman karang taruna tidak mau janji-janji. Harus diperbaiki dulu biar bisa dipakai latihan sepak bola,” tegas Abdul Jabar.

Warga pun menegaskan sikap: selama perbaikan lapangan belum dilakukan, pembangunan KDMP di lokasi tersebut akan tetap ditolak.

Menurut Abdul Jabar, sebenarnya telah tercapai kesepakatan awal melalui musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepala desa.

“Kami sudah rembugan, setuju bersama BPD dan kepala desa agar lapangan diperbaiki terlebih dahulu sebelum pembangunan KDMP dilanjutkan,” ungkapnya.

Kesepakatan ini menjadi titik temu sementara, meski warga tetap menuntut realisasi nyata, bukan sekadar wacana.

Di sisi lain, Kepala Dusun Beran, Sulono, membantah anggapan bahwa pembangunan KDMP akan merusak fasilitas umum. Ia menegaskan, lokasi pembangunan telah ditetapkan melalui musyawarah desa (musdes).

“Ada yang punya kios merasa terganggu lalu mengajak pemuda, katanya lapangan mau dirusak. Itu tidak benar. Musdes sudah menentukan lokasi ini untuk menata Dusun Beran agar lebih bagus dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Sulono, lapangan desa tidak dihilangkan, melainkan hanya digeser ke sisi kiri, mengingat luas lahan masih mencukupi untuk aktivitas olahraga warga.

Pasca dialog dan kesepahaman awal antara warga dan pemerintah desa, pihak desa berharap pembangunan KDMP Desa Tambaharjo dapat kembali dilanjutkan. Sementara itu, warga tetap diperbolehkan menggunakan lapangan untuk kegiatan olahraga seperti biasa.

Namun satu hal menjadi catatan penting: kepercayaan warga kini bergantung pada realisasi janji, bukan sekadar hasil musyawarah.

(Red.)