DKPP Jepara Angkat Marwah Kambing Jawarandu Lewat Kontes Bergengsi di Lereng Muria

Berita, Ekonomi, Jepara, Muria1250 Dilihat

JEPARA – PortalMuria.com | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara serius mengangkat potensi kambing lokal unggulan melalui Kontes Kambing Jawarandu, Kamis (18/12/2025) pagi. Ratusan kambing Jawarandu dari berbagai kelompok peternak ambil bagian dalam ajang yang digelar di UPT Pembenihan dan Pembibitan Jalan Raya Krasak–Guyangan, Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri.

Kontes ini bukan sekadar lomba adu tampilan ternak, melainkan menjadi panggung strategis DKPP Jepara dalam mendorong peningkatan kualitas bibit, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan ekonomi keluarga peternak di wilayah pedesaan.

Kambing Jawarandu, yang juga dikenal dengan sebutan Bligon atau Koplo, merupakan hasil persilangan kambing Kacang (lokal) dengan Peranakan Etawa (PE). Persilangan ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas ternak lokal, baik dari sisi daging maupun susu.

Secara fisik, Jawarandu memiliki ciri khas perpaduan kedua induknya, seperti telinga menggantung, profil wajah sedikit cembung, serta warna bulu belang-belang. Tak heran, kambing ini menjadi primadona peternak rakyat karena mudah dipelihara, adaptif, dan bernilai ekonomis tinggi, terutama untuk kebutuhan kurban dan produksi susu skala kecil.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala DKPP Jepara Mundofir, Kabid Peternakan Raditya, Kepala UPT Pembenihan dan Pembibitan Ariep Budi Cahyono, Ali Utomo, komunitas peternak kambing Jawarandu, serta masyarakat umum.

Ratusan kambing Jawarandu dari berbagai kelompok peternak tampil dan dinilai berdasarkan sejumlah kriteria ketat, mulai dari postur tubuh, bentuk tanduk, telinga, kesehatan, hingga performa dan keserasian.

Kepala DKPP Jepara, Mundofir, menegaskan bahwa kontes ini dirancang untuk menumbuhkan semangat pembinaan peternak yang nantinya dapat diarahkan menjadi kelompok pengembang Jawarandu.

“Kita ingin mengangkat dan mengembangkan Jawarandu. Faktanya, kebutuhan kambing paling banyak di Jepara adalah Jawarandu. Ini yang paling mudah dikembangkan oleh peternak dengan modal terbatas,” ujar Mundofir.

Menurutnya, pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pengungkit agar ekonomi peternak di tingkat keluarga bisa bergerak dan tumbuh melalui pengembangan ternak kambing.

Menjawab pertanyaan awak media mengapa kontes Peranakan Etawa (PE) tidak digelar, Mundofir menjelaskan bahwa DKPP memiliki pertimbangan prioritas.

“Dari sisi kualitas dan nilai ekonomi, PE memang tinggi dan penggemarnya banyak. Tapi kami melihat Jawarandu ini yang belum banyak tersentuh. Dengan anggaran kecil, kita ngopeni yang di bawah dulu,” jelasnya.

Ia menambahkan, komunitas peternak PE dinilai sudah cukup kuat sehingga tanpa banyak intervensi pun tetap mampu bertahan dan berkembang.

Dengan ketersediaan pakan hijauan yang melimpah di wilayah lereng Muria, DKPP Jepara menargetkan kawasan ini menjadi sentra pengembangan kambing Jawarandu.

Kontes ini pun menjadi wadah silaturahmi, edukasi peternak tentang standar kambing unggul, serta upaya meningkatkan nilai jual kambing di pasar. Selain piala, panitia juga menyiapkan hadiah berupa uang pembibitan ternak sebagai stimulus keberlanjutan usaha peternak.

Adapun kategori yang dilombakan dalam Kontes Kambing Jawarandu meliputi:

  • Kategori Indukan
  • Kategori Anak Betina
  • Kategori Anak Pejantan

Seluruh aspek penilaian menitikberatkan pada kualitas fisik, kesehatan, serta keserasian tubuh sebagai indikator utama kambing unggul dan layak bibit.

(Red.)