Perbaikan Jalur Pantura Kudus–Demak Picu Macet Panjang Jelang Nataru

Berita, Demak, Muria1234 Dilihat

DEMАK – PortalMuria.com  | Perbaikan Jalur Pantura Kudus–Demak sepanjang 1,275 kilometer di Kabupaten Demak mulai dikebut menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun alih-alih memperlancar arus, pekerjaan jalan justru memicu kemacetan panjang yang dikeluhkan para pengguna jalan.

Pantauan pada Senin (15/12/2025) sore, arus lalu lintas di ruas KM 30+750 hingga KM 32+025 terpantau padat merayap. Di sejumlah titik, kendaraan bahkan sempat berhenti total, membuat perjalanan semakin tak menentu.

Rohman, pengemudi pikap yang membawa muatan dari Rembang menuju Semarang, mengaku terjebak kemacetan hingga empat kilometer. Kondisi tersebut membuat waktu tempuhnya molor lebih dari satu jam.

“Macet sudah sekitar empat kilometer. Kadang berhenti, kadang jalan merayap. Perjalanan jadi lama, telat satu jam lebih. BBM juga mesti nambah,” keluh Rohman di sela kemacetan.

Keluhan serupa disampaikan Arif, sopir truk engkel yang rutin mengangkut panel dinding dari Kudus ke Semarang. Ia khawatir perbaikan jalan ini akan mengganggu kelancaran distribusi barang, terutama menjelang akhir tahun.

“Akhir tahun begini kan banyak pesanan ke Semarang. Kalau ada perbaikan seperti ini jadi susah, terutama soal waktu dan bensin,” ujarnya.

“Kalau bisa sebelum Natal sudah selesai. Ini belum libur saja sudah macet, nanti pas mudik takutnya lebih parah.”

Terpisah, Kanit Turjagwali Sat Lantas Polres Demak, Iptu M Khaerur Rokhman, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan tahap pertama rampung akhir Desember 2025.

“Pekerjaan preservasi jalur Pantura Kudus menuju Semarang sudah berjalan tiga hari dan dijadwalkan sampai 28 Desember. Saat ini difokuskan dua lajur satu jalur. Jalan dikeruk dulu, kemudian akan dilapisi aspal,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Bina Marga, pekerjaan lanjutan berupa pengecoran dijadwalkan kembali mulai 4 Januari 2026.

Menurut Khaerur, total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 1.275 meter dan dikerjakan per lajur agar kendaraan tetap dapat melintas.

“Lajur kanan dikerjakan terlebih dahulu, setelah selesai baru pindah ke lajur kiri,” terangnya.

Khaerur mengungkapkan, pada hari pertama perbaikan, antrean kendaraan sempat mengular hingga 10 kilometer. Kondisi ini mendorong kepolisian meningkatkan pengamanan dan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.

“Kami tempatkan personel di tiga titik dan melakukan pengaturan lalu lintas selama 24 jam,” ujarnya.

Polisi juga memberlakukan contraflow pada jam-jam sibuk serta melakukan pemantauan intensif pada malam hari.

“Jika terjadi gangguan seperti kendaraan mogok atau kecelakaan, kami siap membantu evakuasi agar arus tidak semakin tersendat,” tambahnya.

Untuk mengurai kepadatan, polisi menyiapkan jalur alternatif menuju Semarang. Namun, jalur tersebut hanya bisa dilalui kendaraan kecil.

“Alternatifnya lewat jalan kabupaten seperti Gajah–Dempet, Trengguli–Mrisen–Mojo–Wonosalam, lalu tembus jalur provinsi Dempet–Godong. Kendaraan berat tidak bisa lewat,” jelas Khaerur.

Perbaikan Jalur Pantura Kudus–Demak diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang. Namun, di sisi lain, kemacetan panjang jelang Nataru menjadi tantangan serius yang menuntut pengelolaan lalu lintas ekstra, agar arus logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

(Red.)