Ending AIDS 2030 Jadi Prioritas, Pemkab Pati Dorong Transformasi Sistem Kesehatan

Berita, Pati1497 Dilihat

PATI – PortalMuria.com | Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmen serius dalam menekan laju penularan HIV dan AIDS melalui peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 yang digelar di Ruang Pragola, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama jajaran lintas sektor dan mitra penanggulangan HIV/AIDS.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Tangguh dan Mandiri Bersama Cegah Penularan HIV dan Penanggulangan AIDS di Kabupaten Pati”, sebagai penegasan arah kebijakan daerah menuju target nasional Ending AIDS 2030.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa tema Hari AIDS Sedunia 2025 bukan sekadar slogan, melainkan refleksi atas kebutuhan mendesak akan kebangkitan dan perubahan sistemik dalam penanggulangan HIV dan AIDS.

“Melalui tema ini kita ingin mengajak seluruh pihak yang terkait untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan mempercepat transformasi layanan HIV agar lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Chandra.

Menurutnya, berbagai hambatan struktural dan sosial masih menjadi tantangan serius dalam mencapai target nasional pengendalian HIV dan AIDS, sehingga dibutuhkan langkah luar biasa dan kolaboratif.

Chandra memaparkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati yang menunjukkan bahwa sejak 1996 hingga Oktober 2025, telah ditemukan 3.257 kasus HIV dan AIDS, dengan 553 penderita meninggal dunia.

Sementara itu, pada periode Januari–Oktober 2025, tercatat 272 kasus baru, dengan 33 penderita meninggal dunia. Kasus HIV dan AIDS tersebut tersebar di 21 kecamatan dan lebih dari 300 desa di Kabupaten Pati.

“Yang perlu menjadi perhatian bersama, mayoritas kasus berada pada usia produktif. Namun, kami juga menemukan kasus pada balita, remaja, hingga lanjut usia,” ungkapnya.

Wabup Chandra menegaskan bahwa persoalan HIV dan AIDS tidak dapat diselesaikan secara sektoral atau parsial. Dibutuhkan sinergi kuat antar pemangku kepentingan serta partisipasi aktif masyarakat.

“Perkembangan kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Pati menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Kita tidak dapat bekerja sendiri, dibutuhkan sinergitas, kolaborasi dari seluruh elemen,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), yang selama ini menjadi penghalang utama dalam upaya deteksi dini dan pengobatan.

Selain peningkatan layanan pemeriksaan dan pengobatan, Chandra menekankan pentingnya dukungan sosial yang berkelanjutan bagi ODHIV. Ia juga mendorong pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai agen perubahan perilaku dan mediator edukasi di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanggulangan HIV dan AIDS, termasuk tenaga kesehatan, komunitas, serta mitra strategis seperti Yayasan Sokoguru, SSR Fatayat NU, dan Yayasan Mentari Sehat Indonesia.

“Besar harapan saya kerja sama lintas sektoral yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan ke depan,” pungkasnya.

(Red.)