Lebih dari 50 Warga Pati Berebut Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang di Keranjang Sampah

Berita, Pati1035 Dilihat

PATI – PortalMuria.com | Minat warga untuk mengadopsi bayi perempuan yang ditemukan dalam keranjang sampah di Perumahan Puri Baru Permai, Pati, membludak. Hingga Kamis (11/12/2025), sudah lebih dari 50 orang mendaftarkan diri sebagai calon pengadopsi.

Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia. Ditemui di ruang kerjanya, Aviani mengakui lonjakan antusiasme warga yang ingin mengasuh bayi malang tersebut.

“Saya cek, ada sekitar 50-an pendaftar yang berminat mengadopsi,” ujarnya.

Para pendaftar datang langsung ke kantor Dinsos atau menghubungi lewat telepon untuk menyampaikan keinginan mereka. Namun, Dinsos memberikan batasan: hanya warga Kabupaten Pati yang bisa mengajukan diri. Pendaftar dari luar daerah secara tegas ditolak.

Meski minatnya tinggi, Aviani menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memulai proses adopsi. Ada alasan kuat di balik kehati-hatian tersebut.

“Kami belum berani melangkah ke proses adopsi. Meskipun sudah banyak warga yang menginginkan, kami belum bisa melepas bayi sampai kasus pembuangannya tuntas,” kata Aviani.

Polresta Pati masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa keluarga kandung bayi tersebut. Jika identitas keluarga terungkap, langkah pertama adalah memastikan apakah keluarga bersedia melepas si bayi atau mengambil alih perawatan.

Aviani menegaskan bahwa sekalipun keluarga kandung mengizinkan adopsi, prosesnya tidak bisa instan. Sejumlah syarat dan tahapan harus dilalui calon orang tua asuh.

“Seleksinya banyak. Mulai dari usia calon orang tua, lama pernikahan, kondisi belum memiliki keturunan, dan berbagai faktor lainnya,” jelasnya.

Seleksi ini merupakan prosedur standar untuk memastikan si bayi mendapatkan lingkungan yang aman, stabil, dan layak.

Saat ini, bayi perempuan tersebut masih dirawat di RS Mitra Bangsa Pati. Kondisinya dilaporkan sehat dan semakin gemuk.

Kasus ini bermula pada Senin siang (8/12/2025), ketika warga menemukan bayi dalam keranjang sampah. Tubuh mungilnya terbungkus kain sarung dan dimasukkan dalam tas jinjing oranye, dengan ari-ari dan tali pusat masih menempel. Penemuan itu memicu keprihatinan luas sekaligus gelombang solidaritas warga yang ingin mengadopsinya.

(Red.)