Toko Emas di Pasar Ngablak Dibobol Maling: Brankas Selamat, Timbangan Raib

Berita, Pati1426 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Aksi pembobolan toko emas kembali mengusik ketenangan pedagang pasar tradisional. Toko Emas Kelapa, yang berada di Komplek Pasar Ngablak, Kecamatan Cluwak, digasak maling pada Rabu (3/12/2025). Respons cepat aparat kepolisian membuat penanganan awal berjalan mulus tanpa hambatan.

Pemilik toko, Thomas Maradona Arsianto, menjadi orang pertama yang menemukan tanda-tanda janggal. Saat hendak membuka tokonya sekitar pukul 07.30 WIB, ia mendapati plafon ruko jebol dan brankas rusak. Tanpa menunggu, Thomas langsung menuju Polsek Cluwak untuk membuat laporan.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak menuju lokasi,” tegas KA SPKT Polresta Pati IPDA Sismiyarto, mewakili Kapolresta Pati.

Setiba di lokasi, Polsek Cluwak segera berkoordinasi dengan Tim Pamapta Polresta Pati untuk melakukan pengamanan awal. Area ruko langsung dipasangi garis polisi untuk memastikan tidak ada jejak pelaku yang hilang.

“Pengamanan awal ini krusial agar tidak ada jejak yang hilang,” kata Sismiyarto.

Tak lama kemudian, Pamapta melibatkan Unit Reskrim dan Tim Inafis Polresta Pati untuk melakukan pemeriksaan mendetail. Kolaborasi empat unsur kepolisian itu membuat olah TKP berjalan cepat dan komprehensif.

Hasil penelusuran Inafis menemukan bahwa pelaku tidak masuk langsung dari depan toko, melainkan melalui toko baju milik Lasono yang berada tepat di samping toko emas.

“Gembok dirusak, plafon dijebol, lalu pelaku masuk dengan cara memanjat rak baju,” jelasnya.

Meski berhasil masuk, pelaku gagal membobol brankas. Namun, ia tetap berhasil membawa kabur timbangan emas dan uang koin Rp100 ribu.

“Metodenya cukup rapi, tapi tetap meninggalkan jejak penting yang kini kami analisis,” tambah Sismiyarto.

Meski kerugian materi relatif kecil, aksi itu menjadi alarm keras bagi keamanan kios di kawasan pasar. Pamapta mengingatkan agar masyarakat tidak ragu menghubungi layanan darurat jika melihat potensi kejahatan.

“Segera telepon Call Center 110 bila melihat aktivitas mencurigakan. Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa penyelidikan terus berjalan dan pelaku kini dalam pengejaran.

“Kami pastikan penanganan maksimal. Kolaborasi Pamapta, Polsek, Reskrim, dan Inafis menjadi kunci pengungkapan,” pungkasnya.

(Red.)