Tanah Bergerak Dua Hari Berturut-turut di Sedayu Grobogan: Jalan Retak, Lahan Pertanian Amblas, BPBD Turun Tangan

Berita, Grobogan981 Dilihat

GROBOGAN, PortalMuria.com — Kepanikan menyelimuti warga Dusun Sandi, Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, setelah pergerakan tanah terjadi dua kali berturut-turut dan merusak akses utama warga. Fenomena tanah bergerak itu muncul pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 03.00 WIB dan kembali terjadi lebih besar pada Minggu (23/11/2025) pukul 04.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula dari penurunan kecil di sekitar saluran air. “Awalnya Sabtu dini hari, warga mendapati penurunan tanah di dekat saluran air,” ujarnya.

Namun kondisi berubah drastis. Diduga kebocoran aliran air bersih menjadi pemicu pergerakan tanah yang kemudian berkembang menjadi pergeseran besar. Warga sempat melakukan penanganan darurat dengan memperbaiki saluran air, tetapi kerusakan justru kembali terjadi pada dini hari berikutnya.

“Pergerakan tanah kedua terjadi dengan intensitas lebih besar. Ada pergeseran horizontal 25–100 cm dan penurunan vertikal mencapai 40–50 cm,” jelas Wahyu.

Akibatnya, akses jalan Sedayu–Lebak kini hanya bisa dilalui sepeda motor. Tidak hanya itu, area pertanian seluas kurang lebih 5.000 m³ ikut terdampak amblasan tanah tersebut.

BPBD menilai arah pergerakan tanah mengarah ke aliran sungai di bawah kawasan itu, sehingga pemantauan dilakukan secara ketat.

Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan langkah tanggap darurat. Sejumlah upaya yang telah dilakukan antara lain:

  • Asesmen lokasi terdampak
  • Penutupan rekahan dengan karung berisi pasir dan batu
  • Pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan
  • Pemeriksaan ulang potensi kebocoran jaringan air
  • Rekomendasi teknis pencegahan, termasuk larangan aktivitas kendaraan berat

BPBD juga menyarankan survei geoteknik lanjutan serta penanaman vegetasi berakar kuat seperti vetiver guna memperkuat struktur tanah.

Wahyu mengimbau warga Sedayu dan sekitarnya agar tetap waspada dan mematuhi rambu peringatan. Jika terjadi pergerakan tanah susulan, warga diminta segera menghubungi petugas maupun perangkat desa terdekat.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan keselamatan warga menjadi prioritas,” tegasnya.

Bencana tanah bergerak ini menjadi pengingat bahwa perubahan kecil di sekitar lingkungan, termasuk kebocoran saluran air, bisa berkembang menjadi ancaman yang lebih besar jika tidak segera ditangani.

(Red.)