Korban Meninggal Longsor Majenang Bertambah Jadi 11, Pencarian 12 Warga Hilang Dilanjutkan Besok

Berita, JAWA TENGAH929 Dilihat

CILACAP, PortalMuria.com — Update jumlah korban meninggal akibat tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali bertambah. Hingga Sabtu (15/11/2025) pukul 19.00, total 11 korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah proses evakuasi dan identifikasi oleh tim gabungan.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, memastikan bahwa setiap perkembangan terus dicatat secara berkala.

“Hingga pukul 14.00 tadi, enam korban berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Pada pukul 19.00, jumlah itu bertambah menjadi 11 korban. Seluruhnya sudah berhasil diidentifikasi,” jelas Bergas.

Ia menambahkan, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (16/10/2025) dengan fokus utama menemukan 12 warga yang masih dinyatakan hilang. Pencarian dimulai pukul 07.00 hingga 17.00.

Lokasi pencarian terpusat di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, dua wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Kondisi tanah yang masih labil membuat proses evakuasi dilakukan ekstra hati-hati.

Sebanyak 10 excavator, Alkon set, dan dukungan anjing pelacak K-9 Polri disiagakan untuk mempercepat penemuan korban.

Bergas menegaskan, identifikasi memerlukan ketelitian tinggi agar nama dan asal korban dapat dipastikan secara tepat sebelum diserahkan kepada keluarga.

“Cuaca ekstrem sempat menghambat proses evakuasi. Hujan turun deras disertai angin kencang pada Sabtu sore,” ujarnya.

Operasi SAR dipimpin langsung oleh Komando Ops SAR Basarnas dengan total 747 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, relawan PB, dan berbagai unsur pemerintah.

Operasi akan berlangsung selama tujuh hari sejak bencana terjadi, menyesuaikan kondisi lapangan serta situasi cuaca.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta agar pencarian dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Curah hujan masih tinggi, warga di daerah rawan bencana harus tetap waspada,” tegasnya.

Sebagai dukungan tambahan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BNPB merencanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Minggu, untuk memperpanjang waktu operasi dan meminimalkan risiko hujan deras di area pencarian.

Tim penanganan bencana melibatkan berbagai lembaga, mulai dari BNPB, Basarnas, Kemensos, KemenPU, TNI-Polri, BPBD Jateng, BPBD Kabupaten, hingga berbagai dinas seperti Dinsos, Dinkes, Dishanpan, PU-BMCK, ESDM, serta PMI, Baznas, relawan, dan masyarakat.

Koordinasi lintas sektor tersebut diharapkan mempercepat penanganan dan memaksimalkan pencarian korban hilang.

Daftar 11 Korban Meninggal hingga Sabtu, 15 November 2025 : 

1. Julia Lestari (20), Dusun Tarukahan RT 06 RW 03

2. Maya Dwi Lestari (15), Dusun Tarukahan RT 06 RW 03

3. Yuni (45), Dusun Tarukan RT 06 RW 03

4. Nur Isnaeni (30), Dusun Cibuyut RT 02

5. Muhamad Hafiz (6), Dusun Cibuyut RT 02

6. Asmanto (74), Dusun Cibuyut RT 02

7. Febriansyah (5), Dusun Cibuyut RT 02

8. Rizky Pratama Ramadhan (9), Dusun Cibuyut RT 02

9. Dani Setiawan (29), Dusun Cibuyut RT 02

10. Rusyanto (75), Dusun Cibuyut RT 02

11. Satini (28), Dusun Cibuyut.

(Red.)