Motor Tabrak Pembatas Jalan, Satu Pengendara Tewas, Diduga Aksi Balap Liar

JAWA TENGAH861 Dilihat

PATIPortalMuria.com – Minggu dini hari (28/9/2025) Jalan Raya depan Dinas Pendidikan, Kecamatan Pati, berubah jadi arena maut. Balap liar tiga motor CB yang melaju kencang berujung tragedi: satu pengendara tewas mengenaskan setelah menghantam pembatas jalan.

Kronologi yang beredar di media sosial memicu gelombang amarah publik. “Yang kanan itu sengaja dipaksa temannya sampai akhirnya nabrak pembatas. Bisa dicek sendiri, mereka memang balapan malam Minggu,” tulis akun Komunitas Anak Asli Pati di Facebook.

Foto-foto yang viral memperlihatkan serpihan motor berserakan di aspal, ban terlepas jauh dari bodi, dan warga berkerumun di lokasi kejadian. Benturan keras membuat kendaraan ringsek tak berbentuk.

Kritik Masyarakat Menggema

Aksi nekat itu dianggap bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan ancaman nyata di jalan raya.
“Balapan liar itu bukan bukti keberanian, tapi kebodohan. Jalan umum bukan sirkuit. Jangan sampai hobi ugal-ugalan mengorbankan nyawa,” kecam seorang warga yang turut menyaksikan peristiwa.

Polisi: Korban Tewas di Tempat

Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Apri, menegaskan pihaknya sudah melakukan olah TKP. Dari keterangan saksi, korban melaju dari arah Pati menuju Kudus dengan kecepatan tinggi, lalu oleng ke kanan sebelum menghantam pembatas proyek revitalisasi jalan.
“Sesampainya di lokasi, pengendara sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Evaluasi Jalan Jadi Sorotan

Apri mengakui jalur Pati–Kudus itu sudah beberapa kali memakan korban. Karena itu, Polresta Pati akan mengundang penyelenggara jalan tingkat daerah maupun provinsi untuk evaluasi bersama.
“Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan di jalur ini. Kami akan mengundang pihak terkait agar duduk bersama mencari solusi,” tambahnya.

Patroli Diperketat

Sebagai antisipasi, Satlantas Pati meningkatkan patroli di titik rawan dan memberi imbauan keras kepada masyarakat.
“Jangan sampai kecepatan lebih diutamakan daripada keselamatan,” tegas Apri.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit: nyawa bukan taruhan untuk adu gengsi di jalan raya.

(Red.)