Desa Sudan Pasang Badan: Truk Tambang Dilarang Lewat, Warga Tarik Napas Lega

Berita, Rembang1299 Dilihat

Rembang , PortalMuria.com – Langkah berani ditempuh Pemerintah Desa Sudan, Kecamatan Kragan. Melalui surat resmi, terhitung mulai Kamis (11/9/2025), truk tambang dilarang melintas di jalur desa. Keputusan ini lahir setelah aksi protes puluhan emak-emak sehari sebelumnya, yang menutup jalan desa karena tak tahan dengan polusi debu dari lalu-lalang truk tambang batu tras.

Bagi warga, keputusan itu bak embun di tengah kemarau panjang. Ahwan, salah satu warga, mengaku lega.
“Bersyukur alhamdulillah. Mohonlah penambang tahu diri, wong yahono yahene dibiarkan. Tolonglah ini demi masa depan anak-anak. Jangan sampai merongrong kesehatan kami,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Emak-Emak Melawan

Aksi emak-emak Desa Sudan, Rabu (10/9), bukan sekadar protes spontan. Itu simbol akumulasi kekesalan bertahun-tahun. Jalanan berdebu, udara kotor, anak-anak batuk, hingga aktivitas warga yang terganggu.

“Kalau siang truk disiram, tapi ya tetap saja debu mengepul. Mau keluar rumah harus pakai masker,” tutur Thoriqul Ulum, warga Desa Terjan yang bertetangga dengan Sudan. Ia yang juga aktivis mahasiswa kerap menyuarakan keresahan lewat media sosial, meski mengakui banyak warga hanya bisa pasrah.

Pihak Desa Ambil Alih

Menyadari keresahan warga, pihak desa memilih pasang badan. Surat larangan melintas bagi truk tambang diteken dan berlaku sampai ada solusi konkret. Rencananya, desa akan mempertemukan masyarakat dengan pengusaha tambang. Salah satu tuntutan paling keras: truk tambang dialihkan ke jalur khusus, agar tak mengorbankan kenyamanan warga.

“Sudah diambil langkah-langkah dari pihak desa, untuk merespon keinginan warga. Informasi yang kami terima, pemilik truk tambang siap menindaklanjuti,” jelas Camat Kragan, Nurwanto saat dikonfirmasi.

Pertarungan Jalan Panjang

Meski larangan sementara ini dianggap sebagai kemenangan kecil, warga tetap waspada. Mereka khawatir, suara rakyat hanya dijadikan pendingin sementara, sementara truk kembali melintas tanpa solusi jangka panjang.

“Semoga pemerintah juga turut memikirkan nasib kami. Masak akan seperti ini terus,” pungkas Ahwan.

(Red.)