Seniman Campursari Jepara Kutuk Aksi Anarkis: “Iki Jeporo Leet!”

Jepara566 Dilihat

Jepara , PortalMuria.com – Bukan hanya gedung dan toko yang jadi korban aksi massa anarkis pada Sabtu malam (30/8/2025), tetapi juga dunia seni hiburan rakyat. Para pekerja seni campursari Kabupaten Jepara kini menjerit. Panggung-panggung mereka sepi, agenda manggung batal, dan dapur nyaris tak ngebul.

Puluhan pemain musik, sinden, kru sound system hingga pedagang UMKM terkena imbas. “Kami rugi besar. Yang biasanya seminggu bisa manggung dua sampai tiga kali, sekarang nihil. Semua agenda dibatalkan. Pekerja seni terpaksa nganggur,” ujar Duwok Sralala, pimpinan Orkes Campursari Sekar Gumelar yang dikenal dengan jargonnya “Membela Yang Bayar”, Jumat (5/9/2025).

Keluhan ini makin deras setelah para seniman campursari saling terhubung lewat forum daring pada Kamis (4/9/2025). Mereka kompak menyuarakan kekecewaan. Tak sedikit yang menumpahkan amarah lewat media sosial.

Salah satu unggahan pedas bahkan viral di kalangan warga Jepara:
“Iki Jeporo leet! Ndue toto kromo, demo-demo’o sak ndoweh cangkemu, ojo brutal anarki. Aku lan konco-konco pekerja seni dadi melok imbase. Pak Kapolres – gabres mawon seng anarki. Salam Seni Indonesia.”

Bahasa lugas khas rakyat itu menjadi simbol betapa kesal dan kecewanya mereka.

Lebih jauh, para seniman campursari menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka siap berdiri bersama aparat untuk meredam provokasi yang berpotensi merusak stabilitas daerah. “Kami solid. Dunia seni tidak berkepentingan dengan politik, tapi kami butuh keamanan agar bisa hidup. Kalau daerah gaduh, seni mati. Kalau seni mati, ekonomi rakyat ikut runtuh,” tegas Duwok.

Seruan para seniman ini jelas: Jepara harus kembali kondusif. Mereka mengajak semua pihak—pemerintah, Polri, TNI, tokoh agama, dan masyarakat—untuk menolak segala bentuk provokasi dan aksi anarkis.

“Campursari bukan sekadar hiburan. Ia napas rakyat kecil. Kalau panggung mati karena ulah segelintir oknum anarkis, maka yang hancur bukan cuma musik, tapi juga perut para pekerjanya,” pungkas Duwok.

(Red.)