Jangan Melebar! Sudewo Sentil DPRD Soal Pansus Hak Angket

Pati1138 Dilihat

PATI , PortalMuria.com – Aroma busuk dugaan nepotisme terendus dari jantung pelayanan kesehatan terbesar di Kabupaten Pati. Panitia Khusus (Pansus) Pemakzulan Bupati Pati yang dibentuk DPRD, mendadak menemukan adanya praktik permainan kotor di balik distribusi logistik gizi di RSUD RAA Soewondo.

Sumber masalah mengarah pada sosok Torang Manurung, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Soewondo yang belakangan terseret tuduhan “mengatur” agar perusahaan milik istrinya, CV Kuliner Sehat Medika, ikut memasok kebutuhan makanan pasien. Tak berhenti di situ, nama CV Syah Putra Dua—yang disebut milik tetangga dekat Manurung—juga ikut disebut-sebut masuk ke dapur tender logistik rumah sakit dengan kendali yang sama.

Ketua Pansus Pemakzulan, Teguh Bandang Waluyo, tak menutup-nutupi temuan ini.
“Ini jelas praktik nepotisme. Dari CV istri hingga CV tetangga, semua tercium diatur oleh Manurung. Akar masalahnya bermula dari kebijakan pengangkatan Dewas yang tidak prosedural. Salah kebijakan, jadinya melahirkan praktik kotor,” tegas Bandang, Jumat (5/9/2025).

Sidang Memanas, Torang Walk Out

Drama pecah sehari sebelumnya dalam Sidang Pansus, Kamis (4/9/2025). Torang Manurung dicecar pertanyaan seputar SK penunjukan Dewas, dugaan intervensi pengangkatan Direktur RSUD Rini Susilowati, hingga aliran bisnis keluarga di balik pengadaan logistik.

Alih-alih menjawab tuntas, Manurung justru menutup rapat beberapa pertanyaan dengan dalih “bukan wewenangnya”. Ketika suasana kian panas, ia mendadak walk out dari ruang sidang.
“Saya anggap saya sudah menjawab sebisanya. Dengan ini saya izin meninggalkan,” ucapnya singkat sebelum berlalu.

Aksi itu sontak memicu kemarahan anggota Pansus. Sidang berubah gaduh, bahkan berujung pada keputusan Torang mengundurkan diri dari jabatan Ketua sekaligus anggota Dewas RSUD Soewondo.

Peringatan Keras dari Bupati Sudewo

Di sisi lain, Bupati Pati Sudewo yang tengah menjadi sorotan dalam Pansus Pemakzulan, mengingatkan DPRD agar tidak menjadikan sidang sebagai ajang politisasi.
“Yang dipersoalkan di BPP-2 ya di BPP-2 saja. Jangan melebar ke mana-mana. Biarlah proses berjalan sesuai relnya,” ujar Sudewo usai Salat Jumat di Masjid Agung Baitunnur, Jumat (5/9/2025).

Krisis Integritas atau Krisis Politik?

Temuan nepotisme di RSUD Soewondo kini menambah daftar panjang polemik pemakzulan Bupati Sudewo. Publik dibuat bertanya: benarkah ini murni kasus maladministrasi, atau justru ada kepentingan politik yang menunggangi?

Yang jelas, Pansus DPRD Pati telah membuka kotak Pandora. Bau anyir nepotisme kian tak terbendung, sementara langkah pemakzulan Bupati kian penuh liku.

(Red.)