Jepara Siap Sulap Gunungan Sampah Jadi Sumber Energi, Investor China Turun Tangan

Jepara665 Dilihat

Jepara , PortalMuria.com – Jepara tengah menyiapkan lompatan besar: dari kabupaten pesisir yang dikenal dengan ukiran kayu, kini bertransformasi menjadi pionir pengolahan sampah menjadi energi terbarukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi menggandeng investor asal China untuk mengubah persoalan klasik sampah menjadi peluang emas bagi masa depan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan kerja sama ini bukan sekadar proyek biasa, melainkan strategi jangka panjang untuk menekan timbunan residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Targetnya tahun 2026 kerja sama tersebut akan dimulai. Residu yang selama ini hanya jadi gunungan sampah akan turun drastis,” kata Witiarso, Senin (1/9/2025).

Sampah Jadi Energi, Ibu Rumah Tangga Jadi Motor Perubahan

Teknologi yang dibawa investor akan mengubah sampah residu  yang biasanya tak punya nilai ekonomis — menjadi energi terbarukan. Menariknya, konsep ini tak hanya bicara soal mesin dan teknologi, tapi juga soal pemberdayaan masyarakat.

Ibu rumah tangga dan kelompok lokal akan dilibatkan dalam proses pengumpulan dan pemilahan. Dengan begitu, sampah bukan lagi beban, melainkan pintu penghasilan tambahan.

“Selama ini sampah hanya ditimbun tanpa nilai tambah. Dengan kerja sama ini, kita akan melihat transformasi nyata,” ujar Kepala DLH Jepara, Aris Setiawan.

Plastik, Logam, dan Residu: Semua Punya Peran

Dalam skema yang ditawarkan, sampah plastik dan logam tetap dikelola masyarakat agar memberikan keuntungan langsung. Sementara residu yang sulit diolah justru menjadi bahan baku energi, dengan target pemanfaatan hingga 100%.

Hasil akhirnya? Bukan hanya TPA yang lega, tapi juga terbukanya peluang baru menuju Jepara yang lebih ramah lingkungan.

Dari Jepara untuk Indonesia

Langkah berani ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperluas pemanfaatan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Jika sukses, Jepara bisa menjadi contoh bagi daerah lain, terutama wilayah pesisir yang seringkali kewalahan menghadapi masalah sampah.

Jepara tidak lagi hanya dikenal lewat seni ukirnya, tetapi juga sebagai daerah yang berani mendefinisikan ulang masa depan dari tumpukan sampah.

(Red.)