Viral! Pesan Suara Yayak Gundul Picu Pro-Kontra Netizen, Dinilai Ingin Perangi Rakyat Pati?

Pati1222 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Sebuah video berisi pesan suara dari Yayak Gundul tengah ramai beredar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat masyarakat. Video yang pertama kali diunggah oleh patinews.com tersebut berisi pernyataan tegas dari Yayak Gundul bahwa dirinya siap “memerangi orang-orang yang ingin membuat gaduh Pati”, dengan dalih bahwa pemerintah kabupaten sudah menurunkan tarif pajak, bahkan mengembalikannya ke hitungan awal.Jumat (8/8/2025).

Namun, pernyataan ini justru menuai kontroversi dan memicu gelombang komentar beragam dari warganet. Banyak yang mengecam nada ancaman dalam pesan suara tersebut, terutama dalam konteks suasana Pati yang sedang menghangat menjelang aksi damai.

Salah satu komentar datang dari akun @Diebodonie yang menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dalam aksi rakyat:

“Aksi Damai tetep dilaksanakan bolo, tapi harus dengan cara yang humanis, jangan ricuh, kita jadikan moment itu untuk silaturahmi sesama rakyat Pati. Biar pejabat Pati kedepannya ora nganggep remeh THE POWER OF WONG CILIK. ORA SEPELE, ORA KENO NGGO ONDE-ONDE. Rangkaian acara tetep dijalankan sesuai rencana.”

Senada dengan itu, akun @Supriyanto menyoroti potensi provokasi dan pentingnya dialog damai:

“Dinginkan kepala nggih mas, hal seperti ini sdh biasa dipergerakan. Dipecah-belah, ada provokasi, ada iming-iming. Aktivis yang bermental bagus akan siap sedia untuk yang sudah disepakati bersama, tapi sebaliknya jika ada yang bermental buruk akan mudah tergoda. Tolong dimusyawarahkan/dirembug sing apik dg solusi yang terbaik, biar warga tidak bingung.”

Tak hanya komentar emosional, ada juga netizen yang mencoba menganalisis secara rasional. Akun @Aretaa menyampaikan pendapat kritis terkait alasan di balik penurunan pajak:

“Diturunkan mungkin karena:

  • Takut massa banyak yg datang (lihat saja donasi air minum sudah sebanyak itu).
  • Sudah ada peringatan dari pemerintah di atas bupati.
  • Mencari citra baik.
  • Takut kehilangan jabatan dan harga diri.
  • Diturunkan sebelum demo agar tidak terlihat kalah oleh rakyat.
  • Untuk memecah rakyat agar demo tidak jadi terlaksana.

Pikiran kita tidak harus sama, tapi mari sama-sama berpikir.”

Pernyataan Yayak Gundul yang semula dimaksudkan untuk menjaga ketertiban justru ditafsirkan sebagian pihak sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan rakyat menyuarakan aspirasi. Banyak yang menganggap langkah tersebut sebagai upaya melemahkan semangat perjuangan masyarakat Pati dalam menyuarakan keadilan.

Aksi damai yang direncanakan pada tanggal 13 Agustus 2025 pun masih berjalan sesuai rencana. Namun, pernyataan-pernyataan seperti ini dikhawatirkan dapat mengganggu kondusifitas dan memperlebar jarak antara pemimpin dan rakyat.

Situasi ini menunjukkan bahwa di era digital saat ini, setiap pesan yang disampaikan oleh tokoh publik memiliki dampak luas dan harus disampaikan dengan bijak dan beretika. Masyarakat pun diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menjaga semangat gotong royong demi Pati yang lebih adil dan damai.(Red.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *