REMBANG, PortalMuria.com – Lembaga Pemantau Pelayanan Informasi Publik (LP3) Kabupaten Rembang menilai kinerja Bupati dan Wakil Bupati Rembang pada semester pertama periode Januari–Juli 2026 berada pada kategori “cukup baik”, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan krusial seperti kemiskinan dan penurunan sektor pariwisata.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua LP3 Kabupaten Rembang, Sunardi, dalam konferensi pers yang digelar di halaman Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang, Kamis (13/8).
“Hasil pemantauan kami terkait optimalisasi kinerja Pemkab pada semester satu ini berada di tingkat cukup baik. Penilaian ini tidak hanya berdasarkan keterbukaan informasi publik, tetapi juga hasil survei lapangan yang kami lakukan di 14 kecamatan,” ujar Sunardi, Kamis, (13/8/2026).
Ia mengungkapkan, masalah paling menonjol yang sedang disoroti pihak LP3 adalah sektor pariwisata. Terjadi penurunan angka kunjungan wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, yang berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut dibandingkan capaian tahun 2025.
Selain pariwisata, masalah kemiskinan juga masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi pimpinan daerah. Pihaknya mencatat, kendati pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, angka kemiskinan di Kabupaten Rembang masih bertahan di kisaran 13 persen.
Atas temuan tersebut, LP3 Rembang berencana menyerahkan dokumen hasil pemantauan kinerja tersebut secara langsung kepada Bupati dan Wakil Bupati Rembang sebagai bahan evaluasi.
“Hasil pemantauan ini akan kami serahkan agar jajaran Pemkab, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, membaca dan memahami poin-poin kinerja yang masih kurang maksimal,” tambahnya.
Sunardi berharap masukan dan evaluasi dari lembaga swadaya masyarakat tersebut dapat menjadi dorongan bagi Pemkab Rembang untuk meningkatkan kinerja demi terwujudnya masyarakat Rembang yang lebih baik dan sejahtera.
(Red)








