Portal Muria – 17 April 2026 | Nottingham Forest mengukir sejarah dengan mengalahkan Porto 2-1 secara agregat dalam laga kembali ke Stadion City Ground pada 16 April 2026. Kemenangan ini membawa tim ke semifinal Europa League, pertama kalinya dalam 42 tahun sejak era kejayaan Brian Clough, dan sekaligus menyalakan harapan bagi klub yang kini terperosok di zona degradasi Premier League.
Babak pertama berlangsung dramatis. Pada menit ke-8, defender asal Southampton, Jan Bednarek, yang bermain untuk Porto, menerima kartu merah setelah melakukan tekel keras pada striker Forest, Chris Wood. Keputusan tersebut diambil setelah VAR meninjau insiden tersebut, memaksa wasit Danny Makkelie untuk menegakkan hukuman. Dengan keunggulan satu pemain, Forest langsung menekan lawan.
Empat menit kemudian, Morgan Gibbs-White memanfaatkan kesempatan. Setelah menerima umpan dari Neco Williams, ia menembak dari tepi kotak penalti. Bola memantul pada Pablo Rosario sebelum meluncur ke sudut gawang, menandai gol pertama bagi Forest pada menit ke-12. Gibbs-White mengangkat kaos dengan tulisan “Family first, we’re all with you” sebagai penghormatan kepada Elliot Anderson, yang tidak dapat bermain akibat meninggalnya ibunya pada hari pertandingan.
Setelah gol, Forest terus menguasai permainan, namun Porto tidak menyerah. Mereka berusaha memanfaatkan ruang yang terbuka, namun serangan mereka belum menghasilkan peluang nyata. Pada menit ke-15, Wood yang baru kembali dari cedera enam bulan harus menahan rasa sakit setelah tekel Bednarek, namun tetap bertahan hingga menit ke-20 sebelum harus keluar karena cedera lutut.
- Skor akhir pertama leg: Nottingham Forest 1-0 Porto (kandang)
- Skor agregat: Nottingham Forest 2-1 Porto
- Gol: Morgan Gibbs-White (12′)
- Kartu merah: Jan Bednarek (8′)
Laga kembali di Portugal berakhir imbang 1-1, sehingga agregat tetap berpihak pada Forest berkat keunggulan satu gol di kandang. Kemenangan ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi tim yang telah mengalami pergantian manajer empat kali musim ini dan berjuang menghindari degradasi.
Manajer Vitor Pereira, yang melatih Porto, mengakui kesulitan menghadapi tim yang bermain dengan intensitas tinggi meski berada dalam posisi kalah pemain. Ia menilai keputusan VAR sebagai faktor penentu dan berharap timnya dapat bangkit di laga berikutnya.
Di sisi lain, manajer Nottingham Forest, Francesco Farioli, menekankan pentingnya menjaga konsistensi. “Kami menggunakan kompetisi Eropa ini sebagai pelarian positif dari tekanan liga, namun kami harus tetap fokus pada tujuan utama, yaitu tetap di Premier League,” ujarnya setelah pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Forest akan bertemu dengan rekan sekotanya, Aston Villa, di semifinal Europa League. Kedua klub Inggris ini akan mempertemukan gaya permainan yang berbeda; Villa menampilkan serangan tajam lewat Ollie Watkins dan Paulo Buendia, sementara Forest mengandalkan kreativitas gelandang seperti Gibbs-White dan Neco Williams.
Namun, tantangan tak berhenti di kompetisi Eropa. Pada Minggu berikutnya, Forest harus menghadapi Burnley dalam pertandingan Premier League yang krusial. Kemenangan melawan Porto menambah kepercayaan diri, namun tekanan tetap tinggi mengingat posisi mereka di papan klasemen.
Para penggemar Forest menyambut kemenangan ini dengan sukacita. Suasana di City Ground dipenuhi sorakan, dan pemain menghormati Anderson dengan mengibarkan bendera putih di sela-sela sorakan. Kemenangan ini bukan hanya tentang melaju ke semifinal, melainkan juga tentang kebersamaan tim dalam menghadapi tragedi pribadi.
Secara statistik, Porto belum pernah memenangkan pertandingan di tanah Inggris dalam 24 pertemuan sebelumnya, termasuk kekalahan 2-0 melawan Forest pada Oktober 2025. Kemenangan ini menambah catatan historis bagi Forest di kompetisi Eropa.
Ke depan, fokus utama tetap pada dua front: memastikan tempat di Premier League dan menyiapkan strategi melawan Aston Villa di semifinal. Jika Forest dapat mengulang performa gigih seperti pada laga melawan Porto, mereka memiliki peluang untuk menorehkan sejarah baru bagi klub.
Dengan semangat juang yang tinggi, dedikasi kepada rekan yang berduka, dan taktik yang terorganisir, Nottingham Forest menunjukkan bahwa dalam sepakbola, keberanian dan solidaritas dapat mengubah nasib klub dalam satu malam yang tak terlupakan.








