Dua Bocah Tenggelam di Galian C Klumpit Kudus, Tragedi Lama Kembali Terulang

Berita, Kudus1229 Dilihat

KUDUS –  PortalMuria.com | Tragedi memilukan kembali terjadi di kawasan bekas galian golongan C di Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. Dua bocah laki-laki, Amad Syukron dan Muhammad Ibrahim, masing-masing berusia 8 tahun, ditemukan tewas tenggelam di kolam bekas galian pada Sabtu (20/12/2025) siang.

Peristiwa ini seolah mengulang luka lama warga Desa Klumpit. Pasalnya, lokasi tersebut pernah menelan korban jiwa sebelumnya. Namun, lubang maut itu kembali dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai.

Insiden tragis tersebut terjadi di wilayah RT 02 RW 08 Desa Klumpit, sementara kedua korban diketahui merupakan warga RT 03 RW 03 desa setempat.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa bermula ketika ketiga bocah bermain di sekitar lokasi galian. Dua di antaranya, Syukron dan Ibrahim, memutuskan untuk bermain air di kolam bekas galian, sementara satu anak lainnya menunggu di tepi kolam.

Tak berselang lama, kedua bocah itu tenggelam dan tak kunjung muncul ke permukaan. Teman korban yang masih diliputi rasa takut segera berlari meninggalkan lokasi untuk meminta pertolongan warga sekitar.

Warga Temukan Sandal dan Pakaian Korban
Ketua RT 03 RW 08, Rohmad, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa warga langsung bergerak melakukan pencarian setelah menerima laporan dari anak yang selamat.

“Di pinggir kolam ditemukan sandal dan pakaian korban. Itu yang membuat warga yakin ada anak tenggelam,” ujar Rohmad.

Kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB oleh warga dibantu petugas.

KUBANGAN – Aparat kepolisian dan warga berada di sekeliling kubangan bekas galian C di Dukuh Pedak Kulon, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Sabtu (20/12/2025). Di kubangan ini dua bocah meninggal karena tenggelam.

Kolam Sedalam 3 Meter, Ancaman Nyata bagi Anak-anak
Kolam bekas galian tersebut diperkirakan memiliki kedalaman antara 2 hingga 3 meter, dengan kontur dasar yang licin dan air keruh. Kondisi ini sangat berbahaya, terlebih bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang.

Usai dievakuasi, jenazah kedua bocah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dari Polsek Gebog bersama Tim Inafis Polres Kudus masih berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan kronologi dan penyebab pasti insiden tersebut.

Warga setempat tak bisa menyembunyikan kekecewaan. Mereka mengingatkan bahwa pada Januari 2020 silam, empat bocah usia SMP juga meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi galian C Desa Klumpit.

Namun, hingga lima tahun berlalu, lubang bekas tambang itu tetap menganga tanpa pagar, tanpa tanda peringatan, dan tanpa pengawasan.
“Ini bukan kejadian pertama. Seharusnya sudah ada tindakan sejak dulu,” keluh salah satu warga.
Desakan Warga: Galian Ditutup atau Dipagari

Guna mencegah jatuhnya korban berikutnya, warga mendesak pemerintah desa dan instansi terkait agar lokasi galian yang sudah tidak aktif segera dipagari, ditimbun, atau minimal diberi rambu peringatan.
Mereka menilai pembiaran ini sebagai bentuk kelalaian yang berpotensi terus memakan korban, terutama anak-anak yang mudah mengakses lokasi tersebut.

(Red.)