LSM Harimau Siapkan Aksi di MNC Tower, Tuntut Klarifikasi dan Respons Terbuka

Berita, Nasional158 Dilihat

JAKARTA, PORTALMURIA.com — Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM Harimau) tengah mempersiapkan aksi penyampaian aspirasi yang dijadwalkan berlangsung pada 28 September 2026 di halaman MNC Tower, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua Umum LSM Harimau, Tonny Syarifudin Hidayat, S.H., menginstruksikan jajaran pengurus dan anggota di berbagai daerah untuk melakukan konsolidasi serta mempersiapkan kehadiran dalam agenda tersebut.

Menurut LSM Harimau, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus upaya meminta klarifikasi, keterbukaan informasi, dan respons resmi terhadap sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian organisasi.

Salah satu pihak yang disebut menjadi sorotan dalam rencana aksi tersebut adalah Hary Tanoesoedibjo dan lingkungan MNC Group.

LSM Harimau menyatakan kritik terhadap pihak yang memiliki pengaruh besar di ruang publik perlu disampaikan secara terbuka dan memiliki dasar yang dapat diuji. Karena itu, organisasi tersebut berencana membawa substansi persoalan serta sejumlah tuntutan yang dinilai perlu mendapatkan jawaban.

“Perjuangan belum selesai. Jangan diam ketika aspirasi belum didengar. Jangan mundur ketika perjuangan belum selesai.”

Bagi LSM Harimau, aksi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pengerahan massa. Organisasi itu menyebut terdapat sejumlah hal yang ingin dipertanyakan dan diklarifikasi, termasuk harapan agar tersedia ruang dialog dengan pihak terkait.

LSM Harimau juga menyerukan kepada seluruh peserta agar menyampaikan aspirasi secara tegas, tetapi tetap tertib dan damai. Peserta diminta tidak melakukan tindakan anarkis maupun mudah terprovokasi selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, substansi tuntutan menjadi bagian penting dalam melihat arah aksi tersebut. Publik perlu mengetahui secara jelas persoalan yang dipersoalkan, dasar tuntutan, bukti pendukung, serta pihak yang dimintai klarifikasi.

Ruang penjelasan juga terbuka bagi Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group untuk memberikan keterangan, bantahan, atau klarifikasi terhadap setiap persoalan yang nantinya disampaikan LSM Harimau.

Hingga berita ini ditulis, rincian lengkap tuntutan serta jumlah peserta yang akan mengikuti aksi masih menunggu keterangan resmi dari pihak penyelenggara.

Konfirmasi kepada pihak MNC Group dan kepolisian juga diperlukan untuk melengkapi informasi mengenai rencana kegiatan, termasuk teknis pelaksanaan serta pengamanan aksi.

LSM Harimau menegaskan bahwa aspirasi harus tetap disampaikan, kritik perlu memiliki dasar, dan setiap persoalan semestinya mendapatkan ruang untuk dijawab secara terbuka.

Perkembangan mengenai rencana aksi pada 28 September 2026 tersebut masih akan menjadi perhatian publik, terutama terkait substansi tuntutan dan respons pihak-pihak yang disebut dalam agenda tersebut.

(Red.)