Imbas Dugaan Keracunan MBG Berulang di Rembang, Pemkab Belum Tetapkan Status KLB

Berita, Rembang337 Dilihat

PORTALMURIA.COM, REMBANG – Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terus meluas. Akibat insiden yang terjadi berulang kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah mengkaji opsi penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang Fahrudin mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Satgas MBG Rembang.

“Mas, tunggu besok. Insyaallah segera diadakan rapat oleh Bapak Ketua Satgas,” kata Fahrudin saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Kamis (10/9/2026).

Ratusan Siswa dan Guru Tumbang

Rencana pembahasan status KLB ini mencuat menyusul rentetan kasus gangguan pencernaan massal yang menimpa warga sekolah di Lasem dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, total korban terdampak kini telah mencapai ratusan orang dari tiga sekolah berbeda.

Berikut rincian sekolah yang terdampak dugaan keracunan MBG di Rembang:

SMAN 1 Lasem: Sebanyak 752 siswa dan 25 guru mengalami diare massal pada Kamis (3/9). Akibatnya, aktivitas sekolah sempat lumpuh lantaran fasilitas toilet overload dan siswa harus dipulangkan lebih awal.

MAN 2 Rembang: Sebanyak 271 siswa dan 7 guru dilaporkan mengeluhkan gejala mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu ayam kare dan potongan melon pada Senin (7/9). Puluhan siswa sempat dilarikan ke Puskesmas Lasem dan belasan lainnya menjalani rawat inap.

MTs Negeri 1 Rembang: Kasus terbaru dilaporkan melanda 51 siswa dan guru dengan keluhan serupa. Ambulans dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan medis secara langsung.

Penyelidikan dan Uji Lab Makanan

Pihak Dinkes Kabupaten Rembang bergerak cepat merespons rentetan kejadian ini dengan mengamankan sampel makanan dari sekolah-sekolah yang terdampak. Uji klinis di laboratorium kesehatan saat ini sedang berjalan untuk mendeteksi secara pasti ada tidaknya kontaminasi bakteri atau zat berbahaya pada menu yang disajikan. (B2)