Alami Gejala Mual dan Diare, 3 Siswa MTsN 1 Lasem Rembang Dilarikan ke Puskesmas

Berita, Rembang315 Dilihat

PORTALMURIA.COM, REMBANG – Gelombang dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang wilayah Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Setelah sebelumnya menimpa ratusan siswa di SMAN 1 Lasem dan MAN 2 Rembang, kali ini kasus serupa dilaporkan melanda beberapa siswa di MTs Negeri 1 Rembang, Lasem.

Gejalanya serupa, yakni perut mual dan diare sejak Selasa malam. Gejala tersebut muncul usai para siswa mengonsumsi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rembang Lasem Bonang.

Wakil Kepala Sekolah MTsN 1 Rembang, Kris Sutomo, menjelaskan indikasi awal bermula dari seorang siswa yang mengalami diare. Setelah ditelusuri, siswa tersebut diduga tertular dari rekan sekamarnya di pondok pesantren yang sebelumnya menjadi korban keracunan MBG dari MAN 2 Rembang.

Menyikapi hal itu, tim kesehatan yang datang menggunakan ambulans langsung melakukan skrining massal terhadap seluruh siswa. Dari total 1.068 siswa yang disisir, ditemukan puluhan anak mengalami gejala serupa.

“Total ada 51 orang yang terindikasi bergejala. Sebanyak 46 siswa diberi obat untuk rawat jalan, sementara 4 anak dan 1 orang guru harus dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif,” ujar Kris Sutomo kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i, memberikan klarifikasi terkait jumlah korban dan hasil pemeriksaan medis. Berdasarkan skrining tim Dinkes bersama Puskesmas di lapangan, pihaknya mencatat data yang sedikit berbeda.

“Kami mendapatkan laporan dugaan kasus di MTs 1 Lasem. Setelah kami lakukan skrining dari 1.150 penerima makanan, sebagian besar dalam keadaan baik-baik saja. Kami hanya mendapati sekitar 40-an anak yang menyampaikan keluhan subjektif seperti pusing atau tidak enak badan, namun kondisi klinis mereka terpantau baik,” jelas Ali Syofi’i.

Ali menegaskan hanya ada 5 orang yang dibawa ke IGD Puskesmas untuk pemeriksaan lebih mendalam. Dari hasil pemeriksaan dokter, 3 orang siswa dinyatakan harus menjalani rawat inap, sedangkan 2 orang lainnya (1 guru dan 1 siswa) sudah diperbolehkan pulang. Pihak Dinkes menyimpulkan insiden ini masuk kategori kasus ringan karena pasien hanya mengalami diare 2-3 kali dalam 24 jam dengan kondisi agak lemas.

Terkait penyebab utama, Dinkes Kabupaten Rembang menegaskan belum bisa menyimpulkan kejadian ini akibat langsung program Makan Bergizi Gratis. Pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya faktor eksternal.

“Kami masih mendalami dan ini masih menjadi tanda tanya besar. Dugaan kami, jangan-jangan ini karena kontaminasi penyakit atau sebaran bakteri dan virus yang memang sedang terjadi di lingkungan umum, mengingat kasus ini terjadi tiga kali berturut-turut. Terlebih, dari 1.150 penerima yang memakan menu yang sama, hampir seluruhnya sehat,” pungkasnya. (B2)