MBG Rembang Makan Korban, Ketua Satgas Mendadak ‘Ilang’

Berita110 Dilihat

PORTALMURIA.COM, REMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kini menuai sorotan tajam. Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, kasus dugaan keracunan makanan masal dilaporkan melonjak drastis.

Rentetan insiden ini pun memicu gelombang protes dari publik. Kinerja hingga keberadaan Ketua Satgas MBG Rembang mulai dipertanyakan.

Berdasarkan data yang dihimpun, insiden memilukan ini terjadi berturut-turut di dua sekolah menengah atas di wilayah Rembang.

Kasus pertama yang menggemparkan publik terjadi di SMAN 1 Lasem pada Selasa (3/9/2026). Sebanyak 725 murid dan 25 guru dilaporkan ambruk dengan gejala diare parah, mual, serta muntah usai menyantap menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Belum tuntas investigasi kasus pertama, petaka serupa kembali merebak hari ini, Selasa (8/9/2026). Kali ini giliran puluhan siswa di MAN 2 Rembang yang dilarikan ke fasilitas kesehatan. Para siswa mengeluhkan pusing, diare, dan mual pasca-menyantap hidangan dari program yang sama.

Ormas Brandal Alif Desak Program Dihentikan!

Kondisi karut-marut ini langsung memicu reaksi keras dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Brandal Alif. Ketua Ormas Brandal Alif, Arief Yulianto, secara tegas mendesak pemerintah mengambil langkah ekstrem.

“Kami minta pemerintah untuk menghentikan total program MBG di Rembang demi melindungi keselamatan dan kesehatan para siswa,” ujar Arief tegas kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Arief juga blak-blakan mempertanyakan langkah nyata serta keberadaan Ketua Satgas MBG Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang.

Publik kini menuntut Satgas tidak tinggal diam dan segera melakukan audit total. Standar higienitas dapur penyedia pangan (SPPG) harus dievaluasi, termasuk transparansi hasil investigasi laboratorium kepada masyarakat luas.

Bupati-Wabup Rembang Bungkam

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi terus dilakukan kepada pihak-pihak terkait. Namun, otoritas setempat masih memilih bungkam.

Ketua Satgas MBG Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, telah dihubungi via pesan singkat. Namun, pria yang akrab disapa Gus Hanies itu belum memberikan respons resmi saat ditanya mengenai perkembangan kasus MBG dan keberadaannya.

Hal serupa juga terjadi pada Bupati Rembang, Harno. Saat dimintai konfirmasi mengenai kasus dugaan keracunan makanan masal yang melonjak drastis ini, orang nomor satu di Rembang tersebut juga belum memberikan jawaban.

Sementara itu, pihak dinas terkait bersama aparat kepolisian dilaporkan masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lapangan. Petugas masih berupaya memastikan penyebab pasti dari rentetan kasus keracunan masal yang meresahkan warga Rembang ini. (B2)