Perangkat Desa Godo Sekaligus Anggota Yakuza Pati, Sapil Bangun Jalan dengan Dana Pribadi Rp50 Juta

Berita, Pati91 Dilihat

PATIPORTALMURIA.com – Kepedulian terhadap kondisi infrastruktur desa ditunjukkan Endi Susilo, perangkat Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, yang akrab disapa Sapil. Melihat kondisi ruas jalan yang dinilai sempit dan menyulitkan aktivitas masyarakat, Sapil memilih turun tangan dengan membangun sekaligus melebarkan jalan menggunakan dana pribadinya.

Ruas jalan yang dibenahi berada di Jalan Poros Desa Godo–Kropak, Kecamatan Winong, dengan panjang kurang lebih 1 kilometer. Selain pelebaran jalan, Sapil juga mengupayakan pembangunan saluran yang berkaitan dengan kebutuhan irigasi pertanian masyarakat.

Sapil mengatakan, keputusan tersebut diambil karena dirinya prihatin melihat kondisi jalan yang setiap hari digunakan warga.

“Saya merasa prihatin. Jalan ini sangat susah dilewati, bahkan untuk jalan kaki saja susah. Sebelumnya sudah pernah diajukan ke dinas dan pernah disurvei, tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Karena melihat kondisi masyarakat, akhirnya saya berinisiatif membangun secara pribadi,” ujar Sapil saat dikonfirmasi awak media, Minggu (16/8/2026).

Menurut Sapil, biaya yang telah dikeluarkan untuk pengerjaan jalan tersebut mencapai sekitar Rp50 juta dan seluruhnya berasal dari dana pribadi.

“Saya ikhlas untuk membangun kampung saya sendiri. Tidak ada niat apa-apa. Saya hanya ingin masyarakat bisa menikmati jalan yang lebih layak. Kalau pemerintah belum bisa merealisasikan, saya berusaha semampu saya,” tegasnya.

Saat ini alat berat telah diterjunkan untuk melakukan penimbunan sekaligus pengerjaan pelebaran jalan. Ruas yang sebelumnya sempit secara bertahap dibenahi dengan target lebar jalan mencapai sekitar 4 meter dari bahu jalan.

Soroti Lambannya Realisasi Pembangunan

Sapil juga menyoroti proses pengajuan pembangunan jalan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pihak terkait. Menurutnya, ruas tersebut telah beberapa kali mendapat perhatian dan bahkan sempat dilakukan survei lapangan.

Namun, hingga kini pembangunan yang diharapkan masyarakat belum terealisasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga. Selain menunjang aktivitas sehari-hari, akses jalan juga berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat serta kegiatan sektor pertanian.

Sebagai perangkat Desa Godo sekaligus anggota Ormas Yakuza Pati, Sapil mengatakan dirinya ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara bagi masyarakat, tetapi juga menjadi perhatian bagi pemerintah agar persoalan infrastruktur di wilayah tersebut dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan program pembangunan yang tersedia.

Masyarakat berharap akses jalan yang lebih layak nantinya dapat memperlancar mobilitas, meningkatkan akses menuju lahan pertanian, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.

Pembangunan Jalan Godo–Kropak tersebut menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong masih tumbuh di tengah masyarakat. Di sisi lain, inisiatif warga seperti yang dilakukan Sapil juga menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan perhatian dan respons pemerintah.

Bukan sekadar berbicara, Sapil memilih bergerak. Dengan dana pribadi sekitar Rp50 juta, jalan yang selama ini dikeluhkan warga mulai dibenahi. Kini masyarakat berharap kepedulian tersebut dapat diikuti dengan perhatian dan langkah nyata dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

(Red.)