Setelah Kantor Dilempari Telur, Plt Bupati Pati Janjikan Telur Peternak Diserap untuk MBG

Berita, Pati32 Dilihat

PORTALMURIA.com, PATI || Setelah beberapa kali aksi protes diwarnai pelemparan telur ke arah Kantor Bupati Pati, Plt Bupati Pati Risma Adhi Chandra akhirnya menemui langsung para peternak ayam yang menggelar demonstrasi di kompleks Kantor Bupati Pati, Senin (10/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Risma menyampaikan sejumlah langkah yang disebut sebagai upaya mencari solusi atas persoalan yang dihadapi peternak ayam, terutama terkait penyerapan produksi telur dan tingginya harga pakan.

Salah satu komitmen yang disampaikan adalah seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kabupaten Pati akan diwajibkan menyerap telur hasil produksi peternak ayam lokal untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan demikian, telur yang dihasilkan peternak ayam Pati diharapkan tidak hanya terserap pasar, tetapi juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.

“Telur-telur yang dihasilkan para peternak ayam Pati harus digunakan untuk kebutuhan program MBG di Pati,” demikian poin yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Selain persoalan penyerapan telur, para peternak juga menyampaikan keluhan mengenai mahalnya harga pakan yang dinilai semakin membebani usaha peternakan.

Risma menyatakan persoalan harga pakan akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat. Pemkab Pati juga berkomitmen mengawal persoalan tersebut agar mendapat penyelesaian.

Pemkab Pati selanjutnya akan mempertemukan seluruh stakeholder terkait, termasuk para peternak ayam, pengelola SPPG, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pati.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan mengenai mekanisme penyerapan sekaligus harga telur yang dapat diterima oleh peternak dan pengelola SPPG.

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin juga turun menemui para peternak ayam yang melakukan demonstrasi.

Secara umum, Badrudin menyampaikan sejumlah hal yang sejalan dengan langkah yang ditawarkan Pemkab Pati. DPRD Pati turut mendorong agar persoalan yang dihadapi peternak segera mendapatkan titik temu.

Plt Bupati Risma Adhi Chandra menegaskan, pertemuan antara peternak ayam, pengelola SPPG dan stakeholder terkait akan segera digelar.

Pemkab menargetkan persoalan tersebut paling lambat 31 Agustus 2026 sudah menemukan titik temu.

Foto; Detik – detik Plt Bupati Pati Risma Adhi Chandra usai menemui peternak ayam yang demo di depan pendopo Pati.

Fokus utama pertemuan nantinya adalah mencapai kesepakatan mengenai harga telur antara peternak ayam Pati dan pengelola SPPG.

Risma juga memastikan produksi telur peternak ayam Pati akan diupayakan terserap untuk memenuhi kebutuhan program MBG di Kabupaten Pati.

Setelah menemui massa dan menyampaikan sejumlah komitmen, Plt Bupati Pati Risma Adhi Chandra bersama Ketua DPRD Pati Ali Badrudin meninggalkan lokasi.

Aksi demonstrasi kemudian mulai mereda dan massa bersiap membubarkan diri.

Namun, setelah Risma kembali masuk ke kantornya, sebagian peternak masih melanjutkan aksi di sekitar lokasi.

Mereka kemudian membagikan telur kepada masyarakat yang berada di sekitar kompleks Kantor Bupati Pati.

Sebelumnya, aksi demonstrasi juga diwarnai dengan dilepaskannya sekitar 20 ekor ayam di sekitar kompleks Kantor Bupati Pati. Ayam-ayam tersebut bahkan menjadi rebutan warga yang menyaksikan jalannya aksi.

Aksi tersebut menjadi simbol keresahan para peternak ayam Pati yang berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi benar-benar menghadirkan solusi terhadap persoalan harga pakan dan kepastian pasar bagi hasil produksi telur mereka.

Kini, janji penyerapan telur melalui program MBG serta target penyelesaian persoalan sebelum 31 Agustus 2026 menjadi pekerjaan rumah yang harus dibuktikan Pemkab Pati bersama seluruh stakeholder terkait.

(Red.)