Pemkab Pati Turun Tangan, Sungai Bango Bulumanis Lor Segera Dibersihkan dan Sumber Limbah Ditelusuri

Berita, Pati152 Dilihat

PORTALMURIA.com, PATI || Persoalan sampah dan dugaan pencemaran limbah di Sungai Bango, Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Sejumlah instansi terkait turun langsung melakukan peninjauan lapangan pada Senin (10/8/2026). Tim gabungan tersebut terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta Camat Margoyoso.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi Sungai Bango yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya petani tambak dan petani sawah yang menggantungkan aktivitas ekonominya dari lingkungan sekitar aliran sungai.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah menyampaikan rencana penanganan secara bertahap. Untuk persoalan sampah, pembersihan akan dilakukan hingga kondisi sungai kembali bersih.

Sedangkan terkait dugaan pencemaran limbah, pemerintah berencana melakukan penelusuran terhadap sumber-sumber kegiatan industri maupun aktivitas lain yang diduga berkaitan dengan aliran limbah menuju Sungai Bango.

Ketua AWALI (Aliansi Warga Anti Limbah Indonesia), Supriadi, menyambut baik langkah Pemkab Pati yang akhirnya turun langsung melihat kondisi Sungai Bango.

Namun, menurut Supriadi, kedatangan pemerintah ke lokasi harus menjadi awal dari tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.

“Kami mengapresiasi pemerintah yang sudah turun langsung melihat kondisi Sungai Bango. Tetapi kami berharap peninjauan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata dan penanganan yang jelas di lapangan,” demikian poin pernyataan Supriadi.

Ia menegaskan, persoalan Sungai Bango tidak hanya menyangkut keberadaan sampah. Dugaan adanya aliran limbah juga harus menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak terhadap ekosistem dan aktivitas masyarakat di sekitar sungai.

“Kalau yang dibersihkan hanya sampahnya, sementara sumber persoalan limbah tidak ditangani, masalah ini bisa kembali terjadi. Karena itu, sumber limbah harus ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta aturan yang berlaku,” tegasnya.

Supriadi juga meminta agar pemerintah melakukan pengawasan secara konsisten terhadap kegiatan industri yang berada di sekitar wilayah aliran Sungai Bango.

Menurutnya, pengawasan tidak cukup dilakukan setelah muncul keluhan masyarakat. Pemeriksaan dan pengawasan terhadap pengelolaan limbah harus dilakukan secara berkala untuk memastikan aktivitas usaha tidak memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

Sejumlah aparatur Pemerintah Kabupaten Pati bersama unsur kepolisian menggelar koordinasi dan pembahasan terkait kondisi lingkungan serta penanganan persoalan Sungai Bango di wilayah Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Senin (10/8/2026).

“Kami tidak sedang mencari siapa yang harus disalahkan. Yang kami perjuangkan adalah lingkungan yang sehat dan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang baik. Kalau memang ada kegiatan yang menghasilkan limbah, tentu pengelolaannya harus sesuai aturan lingkungan hidup,” ujarnya.

Persoalan Sungai Bango menjadi perhatian karena aliran tersebut berkaitan dengan aktivitas masyarakat di wilayah sekitar, termasuk petani tambak dan petani sawah.

Masyarakat khawatir kondisi lingkungan yang tidak segera ditangani dapat berdampak lebih luas terhadap kegiatan pertanian dan pertambakan.

Supriadi berharap pemerintah tidak melihat persoalan Sungai Bango secara parsial, melainkan melakukan penanganan dari hulu hingga hilir.

“Kami berharap semua pihak duduk bersama. DLH, PU, Disdagperin, DKP, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat harus memiliki langkah yang terukur. Jangan sampai masyarakat hanya diminta bersabar tanpa ada kepastian penanganan,” katanya.

Ia juga mendorong adanya pemetaan terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi sumber pencemaran serta pemeriksaan terhadap kualitas air apabila memang ditemukan indikasi pencemaran.

Menurut Supriadi, data dan pemeriksaan lapangan penting agar penanganan persoalan lingkungan tidak hanya berdasarkan dugaan, tetapi memiliki dasar yang jelas.

AWALI bersama masyarakat menyatakan akan terus mengawal proses penanganan Sungai Bango.

Masyarakat berharap rencana pemerintah untuk melakukan pembersihan sampah dan menelusuri sumber dugaan limbah benar-benar direalisasikan.

“Kami akan terus mengawal. Kami ingin melihat hasil nyata dari penanganan ini. Sungai kembali bersih, tidak ada lagi sampah yang menumpuk, dan kalau memang ditemukan sumber limbah yang melanggar aturan, harus ada tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Supriadi.

Ia menambahkan, perjuangan masyarakat bukan semata-mata untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan menyangkut keberlangsungan lingkungan dan kehidupan warga di sekitar Sungai Bango.

“Harapan kami sederhana. Sungai Bango kembali bersih, lingkungan sehat, petani tambak dan petani sawah bisa bekerja dengan tenang, dan masyarakat tidak lagi dihantui persoalan pencemaran. Pemerintah sudah datang dan melihat langsung. Sekarang masyarakat menunggu langkah nyata berikutnya,” pungkasnya.

Peninjauan Pemkab Pati tersebut diharapkan menjadi momentum awal untuk membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta kelompok pemerhati lingkungan dalam menyelesaikan persoalan Sungai Bango secara menyeluruh dan berkelanjutan.

(Red.)