Gabah Petani Jateng Tetap Diborong Bulog, Serapan Sudah Lampaui Target

Berita10 Dilihat

Semarang, PortalMuria.com – Petani di Jawa Tengah masih memiliki kepastian pasar untuk menjual gabahnya. Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah memastikan penyerapan hasil panen tetap berjalan hingga akhir 2026, meski target pengadaan beras tahun ini sudah terlampaui.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan realisasi pengadaan gabah dan beras per 25 Agustus 2026 telah melewati target 374.658 ton setara beras.

Menurutnya, pencapaian target bukan berarti Bulog menghentikan pembelian gabah dari petani.

“Serapan ini masih akan terus kami lakukan sampai akhir tahun 2026 dalam rangka menjaga stabilitas harga di tingkat produsen atau petani,” kata Sri.

Bulog juga terus memantau harga gabah di tingkat petani agar tetap berada pada level yang menguntungkan. Harga acuan yang dijaga berada di kisaran Rp6.500 per kilogram.

Sejumlah wilayah di Jawa Tengah masih memasuki masa panen. Salah satunya wilayah kerja Bulog Cabang Tegal yang kembali memasok gabah.

Pasokan Beras Tetap Dijaga

Selain menyerap hasil panen, Bulog memastikan pasokan beras untuk masyarakat tetap tersedia.

Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dilakukan meski target tahun 2026 sekitar 77.190 ton setara beras telah tercapai.

“Meski sudah tercapai, kami akan terus melakukan pasokan dan mendistribusikan beras SPHP untuk memastikan pasokan beras di pasar umum lancar,” jelas Sri.

Bulog juga memperluas distribusi MinyaKita melalui pasar umum, pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah, serta KDKMP.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan sekaligus menekan harga minyak goreng yang masih relatif tinggi di sejumlah daerah.

Siapkan 101 Ribu Ton Beras Bantuan

Untuk program bantuan pangan, Bulog Jateng menyiapkan sekitar 101.053 ton beras bagi 3.368.462 penerima bantuan pangan.

Bantuan tersebut mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras atau tiga karung masing-masing 10 kilogram.

Hingga 25 Agustus, sekitar 15 persen beras bantuan telah dikeluarkan dari gudang Bulog. Sementara bantuan yang sudah diterima masyarakat mencapai sekitar 9 persen.

Penyaluran ditargetkan selesai paling lambat 30 September 2026.

Di sisi lain, stok beras yang dikuasai Bulog Kanwil Jawa Tengah mencapai sekitar 426.000 ton setara beras.

Sri memastikan jumlah tersebut masih mencukupi untuk menjalankan berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan SPHP.

Dengan serapan yang terus berjalan dan stok yang relatif besar, Bulog Jateng memastikan petani tetap memiliki pasar untuk gabahnya, sementara kebutuhan beras masyarakat juga tetap terjaga. (*)