Agus Mujayanto: HUT Partai Bulan Bintang ke-28 Menjadi Momentum Memperkuat Keselarasan Agama dan Budaya

Berita, JAWA TENGAH104 Dilihat

SEMARANGPortalMuria.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Bulan Bintang (PBB) ke-28 yang akan diperingati pada 17 Juli 2026, tokoh publik, seniman, budayawan, sekaligus politisi Jawa Tengah, Agus Mujayanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta merawat keharmonisan antara agama dan budaya sebagai fondasi persatuan bangsa.

Mengusung slogan “Handarbeni Hangrungkepi Keselarasan Agama & Budaya dengan Tepa Selira”, Agus Mujayanto menilai momentum HUT PBB bukan sekadar peringatan hari jadi partai, tetapi juga menjadi ajang memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Agus Mujayanto yang lahir di Demak, 2 Oktober 1983, dikenal luas sebagai keturunan atau cicit Sunan Kalijaga. Selama ini ia aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian seni, budaya, kearifan lokal, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan di Jawa Tengah.

Selain aktif di bidang kebudayaan, Agus juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Departemen Partai Bulan Bintang, Ketua Badan Otonom Nasional Bidang Kesenian, Kearifan Lokal, Pariwisata dan Kebudayaan, Ketua DPW Partai Bulan Bintang Jawa Tengah, Ketua Bulan Sabit Merah Bulan Bintang Jawa Tengah, serta Pembina Tosan Aji di Jawa Tengah.

Dalam kesehariannya, Agus dikenal memiliki kecintaan terhadap alam, seni, sejarah, dan tradisi ziarah. Baginya, ziarah merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengingat hakikat kehidupan, sekaligus mengirimkan doa kepada para leluhur.

Sebagai rangkaian menyambut HUT PBB ke-28, Agus Mujayanto bersama sejumlah sahabat menggelar silaturahmi dan diskusi santai bersama Presidium AdvoKAI Jawa Tengah, Joko Sutrisno, S.H., beserta rekan-rekannya dalam semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menegaskan bahwa agama dan budaya merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa.

“Agama mengajarkan akhlak, sedangkan budaya mengajarkan tata krama. Ketika keduanya berjalan beriringan, akan lahir masyarakat yang rukun, saling menghormati, serta mampu menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Agus Mujayanto.

Ia juga menilai silaturahmi menjadi kunci utama mempererat hubungan antarsesama.

“Silaturahmi adalah kekuatan yang mampu menyatukan perbedaan. Dengan ukhuwah Islamiyah dan semangat tepa selira, kita dapat membangun kehidupan masyarakat yang damai, guyub, dan saling menghargai,” katanya.

Menurut Agus, seni dan budaya harus terus dilestarikan karena merupakan identitas bangsa sekaligus modal pembangunan.

“Budaya adalah warisan leluhur yang wajib kita rawat. Melalui pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal, kita menjaga jati diri bangsa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia berharap HUT Partai Bulan Bintang ke-28 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian.

“Melalui semangat ‘Handarbeni Hangrungkepi Keselarasan Agama & Budaya dengan Tepa Selira’, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, melestarikan budaya, serta menjadikan agama sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis dan bermartabat,” pungkas Agus Mujayanto.

Silaturahmi yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun sinergi antara tokoh masyarakat, organisasi, dan berbagai elemen bangsa demi terwujudnya masyarakat Jawa Tengah yang rukun, berbudaya, dan sejahtera.

(Red.)