JEPARA, PortalMuria.com – Perum Bulog Kantor Cabang Pati bersama dinas terkait dan pemerintah desa bergerak cepat merespons keluhan warga di sejumlah desa di Kabupaten Jepara terkait minyak goreng bantuan yang diduga berbau solar.
Pemimpin Perum Bulog Kancab Pati, Ashville Nusa Panata, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi minyak goreng yang telah didistribusikan kepada masyarakat.
Dari hasil pengecekan, Bulog langsung mengambil langkah cepat dengan menginventarisasi seluruh minyak yang diduga bermasalah agar segera ditarik dan diganti oleh produsen.
“Kami telah menugaskan tim untuk memastikan desa-desa yang terdampak serta menginventarisasi jumlah minyak yang berbau solar agar segera dilakukan penggantian oleh produsen,” ujar Ashville.
Bulog juga mengimbau masyarakat yang menerima bantuan agar segera melapor kepada pemerintah desa apabila menemukan minyak dengan kondisi serupa.
“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mengumpulkan minyak tersebut di satu lokasi agar proses penarikan dan penggantian dapat dilakukan lebih cepat. Kami juga sudah menghubungi produsen, PT KMR, agar segera melakukan penggantian,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sedikitnya terdapat lima desa di dua kecamatan yang warganya mengeluhkan kualitas minyak bantuan tersebut, yakni Desa Bantrung dan Ngasem di Kecamatan Batealit, serta Desa Suwawal Timur, Plajan, dan Slagi di Kecamatan Pakis Aji.
Ashville berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Kami berharap permasalahan ini dapat segera teratasi dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa akibat mengonsumsi minyak tersebut.”
Sementara itu, pihak PT KMR menyatakan bertanggung jawab penuh dengan menarik seluruh minyak yang diduga bermasalah dan menggantinya dengan produk baru.
Hingga saat ini, sebanyak 1.138 liter minyak bantuan di Desa Suwawal Timur telah diganti sepenuhnya. Adapun penggantian di desa-desa lainnya telah dijadwalkan dalam waktu dekat.
Selain melakukan penarikan produk, PT KMR juga turun langsung bersama Bulog, dinas terkait, dan pemerintah desa untuk melakukan pengecekan di lapangan. Perusahaan bahkan menyatakan siap menanggung biaya layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak tersebut.
PT KMR juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan produk yang diduga tidak memenuhi standar kualitas sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Di sisi lain, Ashville menegaskan Bulog tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah eks Karesidenan Pati. Selain menyalurkan Program Bantuan Pangan, Bulog juga terus memasok beras SPHP dan minyak goreng ke pasar-pasar yang menjadi lokasi pemantauan SP2KP.
“Untuk menjaga stabilitas harga, khususnya beras dan minyak goreng, kami terus memasok beras SPHP dan minyak goreng ke pasar-pasar dengan harga yang terjangkau. Saat ini harga di pasar masih relatif stabil dan stok pangan di gudang Bulog juga dalam kondisi aman,” pungkas Ashville. (*)













