Pemkab Pati Sesalkan Aksi Pembakaran di Pintu Gerbang Pendopo oleh Botok AMPB

Pati, PortalMuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Siti Subiati, menyayangkan terjadinya aksi pembakaran banner bergambar Kapolresta Pati yang terjadi di sela-sela aksi penyampaian aspirasi yang digelar Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) di depan Pendopo Kabupaten Pati dalam rangka Hari Anti Tambang Nasional, Jumat (29/5/2026).

Aksi yang semula berlangsung tertib itu mendadak berubah tegang ketika terjadi tindakan anarkis berupa pembakaran banner bergambar Kapolresta Pati di kawasan depan pendopo. Video aksi pembakaran tersebut dengan cepat beredar luas di media sosial dan grup percakapan masyarakat.

Dalam rekaman yang beredar, tampak kobaran api membakar banner sebelum akhirnya petugas kepolisian yang berjaga di lokasi bergerak cepat melakukan pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) guna mengantisipasi api membesar dan menjalar ke area sekitar.

Tindakan cepat aparat dinilai sangat penting mengingat lokasi kejadian berada di kawasan Pendopo Kabupaten Pati yang merupakan kawasan Ring satu pemerintahan daerah. Area tersebut menjadi pusat aktivitas pemerintahan sekaligus lokasi berkantornya Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sehingga aspek keamanan dan keselamatan di lingkungan pendopo harus tetap terjaga.

Menanggapi kejadian tersebut, Siti Subiati yang akrab disapa Atik menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum secara damai. Namun ia sangat menyayangkan adanya aksi pembakaran yang terjadi di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi.

“Kami menghormati penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara damai. Namun kami sangat menyayangkan adanya aksi pembakaran yang terjadi dalam kegiatan tersebut,” ujar Atik.

Menurutnya, Pemkab Pati sejak awal telah membuka ruang komunikasi dan dialog dengan para peserta aksi. Bahkan saat demonstrasi berlangsung, dirinya secara langsung menerima dan berdialog dengan sejumlah perwakilan massa aksi di lingkungan Pendopo Kabupaten Pati.

“Tadi kami sudah memanggil perwakilan aksi untuk berdialog. Pak Gunretno dan beberapa anggota JMPPK lainnya juga hadir dalam dialog tersebut. Dialog berlangsung dengan baik dan aspirasi yang disampaikan juga kami dengarkan. Namun pada saat yang sama di luar justru terjadi aksi pembakaran yang sangat kami sesalkan,” katanya.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi pembakaran dilakukan oleh Supriyanto alias Botok pentolan Aliansi Masyarakat Peduli Pati Bersatu (AMPB) yang turut berada di lokasi aksi. Padahal pihak JMPPK menyebut tidak mengundang AMPB ikut dalam aksi tersebut.

Koordinator Lapangan JMPPK, Bambang Sutiknyo, menegaskan bahwa pembakaran tersebut bukan bagian dari agenda aksi yang diselenggarakan JMPPK.

“Kami tegaskan bahwa JMPPK tidak mengundang pihak manapun di luar massa aksi kami. Flyer atau undangan aksi kami memang terbuka sehingga kemungkinan diketahui banyak pihak. Namun terkait pembakaran tersebut, kami tidak mengetahui siapa yang melakukan dan itu bukan bagian dari agenda kami,” tegas Bambang.

Ia juga menegaskan bahwa JMPPK tidak pernah mengundang AMPB untuk bergabung dalam kegiatan aksi pada hari itu. Atas insiden yang terjadi, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang terdampak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *