REMBANG, PortalMuria.com – Kepala Puskesmas Sarang 2, Hafidlotul Mu’awanah, memberikan klarifikasi terkait ramainya sorotan warganet mengenai ulasan negatif di Google Maps yang kembali viral di media sosial.
Pihaknya menyayangkan narasi yang beredar karena sebagian besar komentar tersebut merupakan aduan lama yang sebenarnya telah ditindaklanjuti.
“Terkait hal yang viral kemarin, sebenarnya itu komentar satu tahun yang lalu. Semuanya sudah kami paparkan dalam rapat bulanan dan sudah kami tindak lanjuti secara internal,” terangnya saat memberikan keterangan, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga menyayangkan sikap sejumlah media yang mengangkat isu tersebut tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke pihak Puskesmas. Menurutnya, pemberitaan yang tidak berimbang dapat memberikan citra buruk yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
“Dalam filosofi Jawa, semestinya kekurangan atau aib itu kita perbaiki di dalam, sementara hal-hal baik yang kita luaskan. Kami tidak tahu kenapa hal yang sudah lama selesai justru di-up lagi sekarang tanpa ada konfirmasi ke kami,” tambahnya.
Meski menyayangkan viralnya ulasan lama tersebut, Hafidlotul secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika terdapat pelayanan yang dirasa belum memuaskan. Ia menegaskan bahwa kritik yang masuk tetap menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen.
“Kami mohon maaf atas pelayanan yang mungkin belum memuaskan. Hal ini tentu menjadi evaluasi bagi Puskesmas, terutama dalam meningkatkan mutu pelayanan agar ke depan jauh lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia pun mempersilakan pihak luar untuk melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan dan bertanya kepada pasien yang sedang berobat. Hafidlotul menjamin tidak ada pengaturan (setting-an) terhadap testimoni pasien.
Menanggapi isu adanya oknum yang meminta pengunggah konten untuk menghapus (takedown) ulasan atau unggahan terkait Puskesmas Sarang 2, Hafidlotul menegaskan tidak ada instruksi resmi dari pimpinan terkait hal tersebut.
“Saya baru tahu soal kabar takedown itu dari karyawan yang lain. Saya benar-benar tidak mengerti soal urusan takedown konten tersebut,” pungkasnya.
(Red)














