Fajar Sadboy Ungkap Kondisi Pasca Kecelakaan Motor: Syukur Masih Diizinkan Bernapas

Berita40 Dilihat

Portal Muria – 22 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Penyanyi dan kreator konten muda, Fajar Sadboy, kembali menjadi sorotan publik setelah ia muncul di depan kamera dengan penampilan yang berbeda pasca kecelakaan motor yang menimpanya pada pertengahan bulan ini. Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia menceritakan secara terbuka kondisi fisik, proses pemulihan, serta rasa syukur yang mendalam karena masih diberi kesempatan hidup.

Kecelakaan terjadi pada 12 April 2026 di Jalan Sudirman, ketika motor sport yang dikendarainya kehilangan kendali akibat genangan air. Menurut saksi mata, motor tersebut menabrak trotoar dan menyebabkan Fajar terjatuh dengan dampak pada bagian lutut kiri, pergelangan tangan kanan, serta memar di punggung. Tim medis di rumah sakit setempat segera menanganinya, dan ia dirawat selama tiga hari di ruang rawat inap sebelum dipindahkan ke perawatan lanjutan.

Dalam pernyataannya, Fajar mengaku sempat mengalami rasa takut yang luar biasa saat terbangun dari anestesi. “Saya sempat terbangun dan merasa seperti tidak tahu di mana saya berada. Kepala terasa berputar, dan rasa sakit di lutut terasa menusuk,” ujar ia. “Namun, ketika dokter memberi tahu bahwa tidak ada kerusakan serius pada organ vital, saya langsung merasa lega dan bersyukur.”

Fajar menjelaskan bahwa proses rehabilitasi kini menjadi fokus utama. Ia menjalani fisioterapi intensif tiga kali seminggu, dengan program yang dirancang khusus untuk memperkuat otot-otot sekitar lutut dan pergelangan tangan. “Latihan pertama memang sangat menantang, karena saya harus belajar berdiri kembali tanpa bantuan. Tapi dengan dukungan tim medis, keluarga, dan para penggemar, saya perlahan-lahan kembali mendapatkan kestabilan,” sambungnya.

Selain perawatan fisik, Fajar menekankan pentingnya dukungan mental. Ia mengaku mengikuti sesi konseling untuk mengatasi trauma pasca kecelakaan. “Rasa cemas muncul setiap kali saya melihat motor, namun saya belajar untuk mengontrol pikiran tersebut melalui teknik pernapasan dan meditasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyak pesan dukungan yang masuk melalui media sosial, yang menjadi sumber motivasi kuat selama masa pemulihan.

Media sosial menjadi platform utama bagi Fajar untuk memberi update kepada penggemar. Dalam postingan Instagram terbaru, ia membagikan foto dirinya mengenakan pakaian kasual, duduk di kursi roda listrik sambil tersenyum. Tulisan yang menyertai foto tersebut berbunyi, “Masih hidup, masih berjuang, dan masih bersyukur. Terima kasih atas doa dan dukungan kalian semua. Saya akan kembali, lebih kuat dari sebelumnya.”

Para ahli kesehatan menilai bahwa kondisi Fajar berada pada jalur pemulihan yang baik. Dr. Rina Hartati, seorang ortopedi di RS. Cipto Mangunkusumo, mengatakan, “Jika tidak ada komplikasi seperti infeksi atau kerusakan saraf, pasien dengan cedera serupa biasanya dapat kembali beraktivitas normal dalam tiga hingga enam bulan, tergantung pada kepatuhan pada program rehabilitasi.”

Di sisi lain, para penggemar menanggapi kabar ini dengan antusias. Banyak yang mengadakan kampanye doa online, serta menyumbangkan dana untuk membantu biaya fisioterapi. Salah satu fan club bahkan merencanakan konser amal sebagai bentuk dukungan moral dan finansial bagi Fajar.

Fajar Sadboy menutup perbincangan dengan pesan optimis. “Saya percaya setiap cobaan adalah pelajaran. Saya ingin menjadi contoh bahwa meski jatuh, kita tetap bisa bangkit. Terima kasih kepada semua yang tidak pernah meninggalkan saya, baik secara fisik maupun spiritual,” tuturnya. Dengan semangat baru, ia berencana untuk kembali ke panggung musik dalam waktu dekat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya.

Ke depannya, Fajar berkomitmen untuk lebih berhati-hati saat mengendarai motor, serta berpartisipasi dalam kampanye keselamatan berkendara yang digencarkan oleh sejumlah lembaga pemerintah. Ia berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang yang sedang berjuang melawan rasa putus asa setelah mengalami kecelakaan atau trauma lainnya.