Nekat Bertahan di Lebanon: 10 Tentara IDF Tewas, Ribuan Korban Sipil, dan Tiga Prajurit TNI Gugur

Nasional45 Dilihat

Portal Muria – 21 April 2026 | Operasi militer Israel di Lebanon selatan terus memanas meski telah disepakati gencatan senjata selama sepuluh hari pada 17 April 2026. Menurut laporan militer Israel, sepuluh prajurit Israel (IDF) tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam bentrokan sengit dengan milisi Hizbullah. Sementara itu, dampak kemanusiaan di Lebanon semakin mengkhawatirkan dengan lebih dari 2.378 orang tewas dan 7.602 luka sejak serangan Israel dimulai pada Maret 2024.

Insiden yang memicu kecaman internasional terjadi ketika seorang prajurit IDF terlihat menghancurkan patung Yesus Kristus di desa Debel, Lebanon selatan, menggunakan palu godam. Foto tersebut menjadi viral di media sosial, menimbulkan kemarahan publik dan menuduh pelanggaran terhadap situs keagamaan. IDF mengkonfirmasi keaslian gambar dan menyatakan telah membuka penyelidikan internal. Pernyataan resmi menegaskan bahwa tindakan disipliner akan diambil bila ditemukan pelanggaran aturan atau prosedur.

Reaksi politik di Israel pun tak terelakkan. Anggota parlemen keturunan Palestina, Ayman Odeh dan Ahmad Tibi, mengecam tindakan prajurit tersebut sebagai contoh kebrutalan yang meluas terhadap tempat ibadah. Odeh menyindir kemungkinan alasan polisi bahwa “tentara itu merasa terancam oleh Yesus”, sementara Tibi menyoroti pola serupa yang menimpa masjid dan gereja di Gaza serta pelecehan terhadap tokoh agama Kristen di Yerusalem.

Di sisi lain, Indonesia turut merasakan dampak tragedi ini lewat misi perdamaian TNI di Lebanon. Pada 21 April 2026, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di negara tersebut. Prajurit yang tewas adalah Kapten Infanteri Zulfi Aditya, Sertu M Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon. Puan menuntut investigasi transparan bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penugasan dan perlindungan personel TNI di zona konflik.

Berikut rangkuman data korban yang tercatat hingga saat ini:

  • Korban tewas total di Lebanon sejak Maret: 2.378 orang.
  • Korban luka total di Lebanon: 7.602 orang.
  • Prajurit IDF tewas: 10 orang.
  • Prajurit IDF terluka: sejumlah tidak terpublikasi, namun diperkirakan puluhan.
  • Prajurit TNI gugur di Lebanon: 3 orang.

Gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 16 April 2026 memberikan harapan sementara bagi warga sipil. Trump menyatakan bahwa kesepakatan antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berlaku mulai tengah malam setempat. Namun, laporan lapangan menunjukkan bahwa serangan udara dan tembakan artileri masih berlanjut di beberapa daerah strategis, menambah ketidakpastian bagi penduduk dan tim bantuan internasional.

Para ahli keamanan menilai bahwa keberanian IDF untuk tetap maju meski menghadapi perlawanan keras menandakan strategi Israel untuk menekan kekuatan Hizbullah secara militer. Namun, kerugian jiwa yang terus bertambah, termasuk korban sipil dan prajurit asing, menimbulkan tekanan diplomatik yang signifikan. Pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden patung Yesus, namun menegaskan bahwa investigasi internal sedang berlangsung.

Di dalam negeri, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan komitmen untuk melindungi personel TNI yang ditempatkan dalam misi perdamaian PBB. Puan Maharani menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan transparansi dalam penanganan insiden, serta mengingatkan pentingnya standar perlindungan maksimal sesuai protokol internasional.

Keadaan di Lebanon kini menjadi sorotan dunia. Organisasi kemanusiaan mengingatkan bahwa infrastruktur medis dan tempat penampungan masih rusak parah akibat serangan berulang. Upaya penyaluran bantuan internasional terhambat oleh keamanan yang tidak menentu, memperparah krisis kemanusiaan yang sudah melanda wilayah tersebut.

Dengan meningkatnya angka korban dan ketegangan politik, komunitas internasional diharapkan dapat mempercepat mediasi untuk mengakhiri konflik. Sementara itu, keluarga korban di kedua belah pihak terus menanti keadilan dan kepastian atas nasib orang yang mereka cintai.

Situasi ini menegaskan bahwa konflik bersenjata tidak hanya mengorbankan prajurit di garis depan, tetapi juga memengaruhi kehidupan sipil, tempat ibadah, serta misi perdamaian internasional yang melibatkan pasukan multinasional seperti TNI.