Portal Muria – 19 April 2026 | Jawa Tengah dan DIY kembali menjadi sorotan nasional pada musim haji 2026. Di tengah ribuan jemaah yang bersiap menunaikan ibadah, satu tokoh menonjol karena usianya yang luar biasa. Mbah Mardijiyono, warga Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebagai jemaah haji tertua tahun ini dengan usia 103 tahun. Keberangkatannya menambah warna tersendiri dalam rangkaian keberangkatan 34.122 calon jemaah haji asal Jawa Tengah yang dijadwalkan antara 22 April hingga 20 Mei 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyampaikan dalam acara Halalbihalal lintas angkatan alumni Kelompok Bimbingan Manasik Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah di Semarang, bahwa proses pemberangkatan tidak mengalami gangguan meski kondisi geopolitik dunia masih dinamis. “Kloter pertama akan berangkat dari Embarkasi Solo pada Rabu, 22 April 2026, pukul 01.00 WIB,” ujarnya. Total ada 81 kloter, dengan 28.000 jemaah berangkat melalui Bandara Adi Soemarmo, Solo, dan 6.000 melalui Bandara Internasional Yogyakarta.
Berita paling menonjol datang dari data usia jemaah. Sementara jemaah termuda tercatat berusia 13 tahun, Mbah Mardijiyono menempati posisi tertua dengan 103 tahun. Keberanian dan kesiapan fisik sang lanjut usia menjadi bukti semangat tak mengenal batas usia dalam menunaikan kewajiban agama.
Berikut rangkuman data penting mengenai keberangkatan jemaah haji Jawa Tengah tahun 2026:
| Item | Jumlah |
|---|---|
| Total Calon Jemaah | 34.122 orang |
| Kloter Pertama | 22 April 2026, Embarkasi Solo |
| Kloter Terakhir | ≈20 Mei 2026 |
| Jemaah Termuda | 13 tahun |
| Jemaah Tertua | 103 tahun (Mbah Mardijiyono, Bantul) |
Keberangkatan ini tidak hanya melibatkan jemaah biasa, tetapi juga melibatkan kelompok khusus. Ketua Lembaga Pembina Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Ahmad Furqon, menginformasikan bahwa 354 anggota KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang akan berangkat, ditambah petugas, total menjadi 360 orang. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Haji serta Umrah memastikan proses yang terkoordinasi dengan baik.
Mbah Mardijiyono, yang berasal dari kampung tradisional di Bantul, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya merasa diberkati dapat menunaikan ibadah haji di usia senja. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan lansia,” katanya dalam wawancara singkat sebelum keberangkatan.
Persiapan fisik dan medis menjadi prioritas utama. Tim medis yang dipimpin oleh dokter spesialis kebidanan dan penyakit dalam melakukan pemeriksaan lengkap, termasuk tes kebugaran jantung, tekanan darah, dan fungsi paru. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Mbah Mardijiyono berada dalam kondisi sehat untuk menempuh perjalanan jauh ke Tanah Suci.
Selain aspek medis, persiapan spiritual juga ditekankan. KBIHU Muhammadiyah mengadakan kelas tambahan tentang tata cara ibadah haji, serta pelatihan kebersamaan antar generasi. Hal ini memperkuat ikatan sosial di antara jemaah berusia 13 hingga 103 tahun.
Dengan jadwal keberangkatan yang terstruktur, harapan pemerintah dan lembaga keagamaan adalah agar proses kepulangan juga berjalan lancar. Setiap kloter dijadwalkan kembali ke tanah air setelah menyelesaikan rangkaian ibadah, dengan tim pendamping yang siap memberikan bantuan logistik dan kesehatan.
Secara keseluruhan, musim haji 2026 di Jawa Tengah dan DIY mencerminkan semangat inklusif, di mana batas usia tidak menjadi halangan untuk menunaikan kewajiban agama. Mbah Mardijiyono menjadi simbol keberanian dan dedikasi, sekaligus menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk terus berusaha meraih impian, tak peduli berapa pun usia mereka.
Keberangkatan Mbah Mardijiyono dan ribuan jemaah lainnya akan menjadi catatan berharga dalam sejarah haji Indonesia, menegaskan bahwa tekad dan iman mampu melampaui batasan usia.














