Portal Muria – 19 April 2026 | Jakarta, 19 April 2026 – Stadion Estadio de la Cartuja menjadi saksi pertarungan epik pada final Copa del Rey 2025/2026 antara Real Sociedad dan Atletico Madrid. Kedua tim menampilkan permainan penuh intensitas yang berujung pada skor imbang 2-2 setelah 120 menit, memaksa keputusan akhir melalui deretan tembakan penalti. Real Sociedad berhasil menahan tekanan lawan dan keluar sebagai juara dengan kemenangan tipis 4-3.
Sejak bunyi peluit awal, Real Sociedad langsung menancapkan gigi pada pertahanan Atletico Madrid. Pada menit pertama, Gonçalo Guedes mengirimkan umpan silang yang dimanfaatkan Ander Barrenetxea untuk mencetak gol pertama, memanfaatkan kecepatan dan ketajamannya di kotak penalti lawan. Gol cepat ini menambah tekanan pada skuad Diego Simeone yang berusaha mengendalikan ritme permainan.
Atletico Madrid tidak tinggal diam. Mereka mencoba memanfaatkan situasi bola mati dan serangan balik cepat. Pada menit ke-19, Antoine Griezmann memberikan umpan terobosan yang diikuti oleh Ademola Lookman, yang mengeksekusi tembakan terarah ke sudut bawah gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut memicu gelombang serangan kedua dari kedua tim, dengan peluang-peluang yang muncul dari tendangan bebas, serangan sayap, dan duel satu lawan satu di dalam kotak penalti.
Menjelang pertengahan babak pertama, Real Sociedad kembali memimpin lewat tendangan penalti yang diambil oleh Mikel Oyarzabal setelah terjadi pelanggaran di area terlarang. Namun, Atletico Madrid membalas di babak kedua melalui Julian Álvarez yang menyundul bola hasil sekumpulan serangan balik menjadi gol penyeimbang, mengembalikan skor menjadi 2-2. Kedua tim terus berusaha mencetak gol penentu, namun pertahanan masing-masing bertahan dengan kokoh, termasuk aksi penyelamatan penting kiper Real Sociedad, Unai Marrero, yang berhasil menangkis beberapa tembakan berbahaya dari Atletico.
Setelah waktu reguler berakhir dengan skor 2-2, babak perpanjangan waktu tidak menghasilkan gol tambahan. Kedua pelatih, Pellegrino Matarazzo (Real Sociedad) dan Diego Simeone (Atletico Madrid), terlihat menyesuaikan taktik mereka dengan menurunkan pemain-pemain yang lebih berpengalaman dalam situasi tekanan tinggi. Namun, ketegangan tetap tinggi, dan keputusan akhir harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam deretan tembakan penalti, Real Sociedad menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Unai Marrero menjadi pahlawan kiper dengan menyelamatkan dua tembakan penting, sementara pengeksekusi gol bagi Sociedad, termasuk Barrenetxea dan Oyarzabal, mengeksekusi dengan presisi. Atletico Madrid, meski memiliki penyerang berkelas seperti Griezmann dan Lookman, gagal mengonversi satu tembakan yang krusial, sehingga hasil akhir penalti berakhir 4-3 untuk kemenangan Real Sociedad.
Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi Pellegrino Matarazzo, yang kini menambah prestasi klubnya dengan trofi pertama di level domestik Spanyol. Sementara itu, Diego Simeone harus kembali merenungkan kegagalan timnya yang kembali menjadi runner-up, meskipun menunjukkan kualitas permainan yang konsisten sepanjang kompetisi.
Secara statistik, kedua tim mencatat penguasaan bola yang hampir seimbang, masing-masing menguasai sekitar 52% dan 48% selama 120 menit pertandingan. Real Sociedad mencatat 6 tembakan ke arah gawang dengan 3 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Atletico Madrid menghasilkan 8 tembakan dengan 4 tepat sasaran. Kiper Unai Marrero mencatat 5 penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan pada adu penalti yang menentukan.
Keberhasilan Real Sociedad dalam menjuarai Copa del Rey menambah daftar prestasi klub dalam sejarah kompetisi domestik Spanyol. Trofi ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan taktik Matarazzo, tetapi juga menegaskan pentingnya mentalitas tim dalam menghadapi tekanan pada momen-momen krusial. Bagi para pendukung, kemenangan ini menjadi kebanggaan yang akan dikenang lama, sementara bagi Atletico Madrid, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan di kompetisi selanjutnya.
Secara keseluruhan, final Copa del Rey 2025/2026 memperlihatkan kualitas sepak bola Spanyol yang tinggi, dengan drama penampilan, ketegangan, dan akhirnya keputusan melalui adu penalti yang menegangkan. Real Sociedad kini melangkah ke babak berikutnya dengan kebanggaan baru, sementara Atletico Madrid harus mencari cara untuk kembali bersaing di level tertinggi pada musim berikutnya.














