Retret Nasional Ketua DPRD di Akmil Magelang 2026: Mengukir Disiplin, Kapasitas, dan Sinergi Kebijakan Daerah

Nasional36 Dilihat

Portal Muria – 18 April 2026 | Jakarta, 20 April 2026 – Selama lima hari, tepatnya 15 hingga 19 April 2026, lebih dari 470 ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari seluruh provinsi, kabupaten, dan kota Indonesia berkumpul di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka Retret Nasional Ketua DPRD. Acara yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini merupakan bagian dari program inisiatif Kementerian Dalam Negeri yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, menumbuhkan karakter kenegaraan, serta menyelaraskan fungsi legislatif, anggaran, dan pengawasan DPRD dengan kebijakan nasional.

Di antara para peserta, Ketua DPRD Kota Prabumulih, H. Deni Victoria SH, M.Si, menonjol dengan pernyataannya bahwa retret ini memberikan pembekalan langsung dari Kemendagri serta Komisi Pemberantasan Korupsi. “Retret ini bertujuan untuk membentuk kepemimpinan yang berkarakter dan berjiwa negarawan,” ujar Deni dalam sesi wawancara singkat, menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik di atas segala persiapan teknis yang telah diatur Lemhannas.

Retret di Akmil Magelang dirancang dengan nuansa militer yang kental, memberikan suasana disiplin dan ketegasan. Peserta berbaris dalam upacara pembukaan, mengikuti sesi pembekalan, diskusi kelompok, serta simulasi kepemimpinan. Pengamat kebijakan Universitas Brawijaya, Andhyka Muttaqin, menilai agenda ini krusial untuk memperkuat tiga fungsi utama DPRD: legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia menegaskan bahwa Ketua DPRD harus memastikan peraturan daerah yang dihasilkan berkualitas, anggaran daerah berintegritas, serta pengawasan yang berbasis data dan objektif.

Berikut rangkuman agenda utama retret:

  • Pembekalan Kebijakan Nasional: Sesi bersama pejabat Kemendagri tentang sinergi kebijakan pusat-daerah.
  • Workshop Legislasi: Diskusi tentang penyusunan peraturan daerah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan selaras dengan kebijakan nasional.
  • Simulasi Penganggaran: Latihan penyusunan APBD dengan fokus pada prioritas pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.
  • Pengawasan Berbasis Data: Pelatihan penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan tata kelola daerah.
  • Penguatan Karakter: Sesi motivasi dan pembentukan jiwa kenegaraan yang dipandu oleh instruktur militer.

Selain Deni Victoria, sejumlah ketua DPRD daerah lain turut hadir, termasuk pimpinan DPRD Kabupaten Malang yang mewakili provinsi Jawa Timur. Meskipun beberapa sumber online melaporkan kendala akses karena proteksi keamanan situs, informasi utama tetap menegaskan kehadiran hampir 500 pemimpin daerah dalam program ini.

Kehadiran retret ini juga menjadi momentum penting bagi Lemhannas untuk menilai efektivitas program pemantapan pimpinan daerah (KPPD). Selama retret, peserta diberikan materi tentang tata kelola keuangan daerah, mitigasi korupsi, serta strategi legislasi yang inovatif. Program ini diharapkan dapat meminimalkan tumpang tindih kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik.

Secara keseluruhan, retret ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas pemimpin daerah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai militer—disiplin, ketegasan, serta kepemimpinan visioner—para ketua DPRD diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan bekal kemampuan yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan, mengelola anggaran, dan melakukan pengawasan yang efektif.

Keberhasilan retret ini akan terus dipantau oleh Lemhannas serta Kementerian Dalam Negeri, dengan harapan dampaknya dapat dirasakan dalam peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah di seluruh Indonesia.