Crystal Palace dan Strasbourg Cetak Kejutan di UEFA Conference League: Jalan Menuju Semifinal Terbuka Lebih Lebar

Olahraga21 Dilihat

Portal Muria – 17 April 2026 | Babak perempat final UEFA Europa Conference League memberikan drama yang tak terduga pada pekan ini. Crystal Palace berhasil mengamankan tiket ke semifinal meski harus menelan kekalahan 1-2 di leg kedua melawan Fiorentina di Firenze. Keunggulan agregat 4-2 memastikan klub asal London tetap melaju, sekaligus menulis sejarah baru dengan mencapai semifinal kompetisi Eropa pertama dalam karier klub.

Sementara itu, Strasbourg menorehkan comeback spektakuler melawan Mainz dengan kemenangan 4-0 di Stade de la Meinau. Keberhasilan menutup defisit dua gol pada leg pertama dalam waktu singkat mengantarkan tim Prancis ke semifinal melawan Rayo Vallecano. Kedua pertandingan tersebut menegaskan bahwa dalam Conference League, dinamika dapat berubah dalam sekejap mata.

Crystal Palace membuka babak pertama dengan mengandalkan gol cepat Ismaila Sarr pada menit ke-17. Sundulan tajamnya memanfaatkan umpan Daniel Munoz memberi Palace keunggulan awal dan menambah jarak agregat. Namun Fiorentina merespons cepat melalui penalti Albert Gudmundsson, lalu menambah satu gol lagi lewat tembakan jauh Cher Ndour yang menyulut harapan tuan rumah. Meskipun Palace kehilangan dua pemain kunci, Adam Wharton dan Maxence Lacroix, karena cedera, mereka mampu menahan tekanan dan memastikan kemenangan agregat berkat pertahanan kokoh serta penampilan impresif kapten Dean Henderson.

Di sisi lain, Strasbourg menurunkan strategi ofensif agresif pada leg kedua. Gol awal Sebastian Nanasi dan Abdoul Ouattara menyamakan agregat dalam 35 menit pertama. Meskipun penalti oleh kapten Emmanuel Emegha gagal, tim tetap menambah dua gol lewat Julio Enciso dan gol penutup yang memastikan kemenangan telak 4-0. Kemenangan ini memberi Strasbourg momentum besar menjelang pertemuan melawan Rayo Vallecano, yang meski kalah 1-3 di leg kedua melawan AEK Athens, tetap melaju berkat agregat 4-3 berkat gol krusial Isi Palazón.

Perjuangan AZ Alkmaar melawan Shakhtar Donetsk berakhir dengan kegagalan. Di AFAS Stadium, AZ menempati posisi yang sulit setelah leg pertama berakhir dengan kekalahan 0-3. Pelatih Lee-Roy Echtold melakukan rotasi besar, menyimpan sejumlah pemain inti seperti Wouter Goes, Sven Mijnans, Kees Smit, dan Troy Parrott. Keputusan ini dipicu persiapan final KNVB Cup melawan NEC. Meskipun AZ berhasil menyamakan satu gol lewat tendangan bebas Jensen dan gol tambahan dari Matej Sin, Shakhtar tetap unggul dengan skor akhir 2-2, memastikan mereka melaju ke semifinal dengan agregat 5-2.

Jadwal semifinal kini menampilkan tiga pertemuan menarik: Crystal Palace versus Shakhtar Donetsk, Strasbourg melawan Rayo Vallecano, dan potensi pertemuan antara klub-klub lain yang masih berjuang di jalur lain. Pertandingan pertama dijadwalkan pada 30 April, dengan Shakhtar menjadi tuan rumah di Ukraina, sementara Strasbourg akan menjemput Rayo Vallecano di Stade de la Meinau.

Analisis taktik menunjukkan bahwa keberhasilan Palace sebagian besar berkat fleksibilitas lini tengah dan pertahanan yang disiplin. Sementara Strasbourg mengandalkan kecepatan sayap dan kemampuan penyerang muda untuk menembus pertahanan lawan. Di pihak Shakhtar, pengalaman di kompetisi Eropa menjadi nilai plus, dengan serangan yang terorganisir dan kemampuan mengontrol tempo permainan.

Semifinal ini menawarkan peluang bagi klub-klub yang biasanya tidak mendominasi panggung Eropa. Bagi Crystal Palace, ini menjadi kesempatan emas untuk melanjutkan musim bersejarah setelah menjuarai Piala FA musim lalu. Sementara Strasbourg berharap momentum comeback dapat terus berlanjut, memperkuat reputasi Ligue 1 dalam kompetisi Eropa.

Secara keseluruhan, babak perempat final UEFA Conference League memperlihatkan bahwa kompetisi ini menjadi arena bagi tim-tim menengah Eropa untuk mengekspresikan ambisi mereka, sekaligus menambah warna bagi kalender sepak bola internasional.