Portal Muria – 17 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Persidangan yang melibatkan Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (16/4/2026) menyita perhatian publik setelah sang artis tampak lesu dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehadiran dokter pribadi yang biasanya menemani. Dokter Kamelia, yang selama ini dikenal sebagai mantan kekasih Ammar, tidak terlihat di ruang sidang, menimbulkan spekulasi bahwa hubungan keduanya telah berakhir.
Setelah sidang, Aditya Zoni, adik Ammar, memberikan pernyataan yang menegaskan ketidaktahuannya mengenai status hubungan antara Ammar dan Kamelia. “Aku enggak tahu, sumpah, aku enggak tahu,” ujar Aditya dengan nada tegas. Ia menegaskan bahwa hanya Ammar dan Kamelia yang mengetahui detail hubungan mereka, sementara keluarganya dan publik hanya menerima rumor yang beredar.
Menurut keterangan Aditya, Ammar dan Kamelia memang telah berpisah dalam beberapa minggu terakhir. Ia menambahkan bahwa ia akan mengambil kembali barang-barang Ammar yang masih berada di kediaman Kamelia, termasuk sepatu, tas, dan pakaian. “Barang-barang Bang Ammar itu banyak, kebanyakannya di rumah saya. Cuma sebagian kecil saja di rumah dokter. Makanya sekarang mau saya ambil lagi,” kata Aditya.
Kasus ini muncul setelah beredar surat pernyataan sepihak yang mengatasnamakan Ammar Zoni, menyatakan pemutusan hubungan dengan Kamelia. Surat tersebut diduga diberikan kepada pengacara Ammar, kemudian diserahkan kepada adiknya, Aditya, sebelum akhirnya sampai ke tangan Kamelia. Kamelia, yang selama ini mendukung Ammar, menolak untuk mempercayai keaslian surat tersebut dan tetap hadir dalam persidangan terkait dugaan peredaran narkoba yang melibatkan Ammar.
Sidang tersebut berlangsung dengan suasana tegang. Ammar Zoni terlihat lesu dan tidak menanggapi pertanyaan hakim secara langsung. Penonton dan wartawan mencatat bahwa tidak ada tanda-tanda kehadiran Kamelia, baik secara fisik maupun melalui pernyataan resmi. Keberadaan dokter pribadi biasanya menjadi sinyal dukungan moral bagi artis yang sedang menghadapi proses hukum, sehingga kepergiannya menambah keraguan publik.
Aditya Zoni menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam urusan asmara kakaknya. “Saya tidak mengerti bagaimana hubungan mereka, banyak yang spekulasi, tapi saya tidak tahu apa-apa,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa ia akan membantu mengumpulkan barang-barang Ammar yang masih berada di rumah Kamelia demi menghindari konflik lebih lanjut.
Para pengamat media menilai bahwa dinamika ini mencerminkan kompleksitas hubungan pribadi dalam sorotan publik. Keputusan Ammar untuk tidak hadir secara langsung di ruang sidang, serta ketidakhadiran Kamelia, dapat dipandang sebagai strategi untuk mengurangi tekanan media. Di sisi lain, pernyataan Aditya yang konsisten menolak spekulasi menunjukkan upaya menjaga privasi keluarga di tengah sorotan intens.
Sementara proses hukum masih berlanjut, publik menantikan hasil akhir persidangan dan klarifikasi lebih lanjut mengenai status hubungan Ammar Zoni dan Dokter Kamelia. Apakah keduanya akan kembali menjalin komunikasi, ataukah perpisahan ini akan berujung pada pemutusan total, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.
Kesimpulannya, kepergian Dokter Kamelia dari ruang sidang dan pernyataan tegas Aditya Zoni menandai titik balik dalam narasi publik tentang hubungan pribadi Ammar Zoni. Kejadian ini menegaskan pentingnya batas antara kehidupan pribadi dan publik, terutama bagi figur publik yang berada di bawah sorotan hukum dan media.












