Max Timisela Doakan Persib Bandung Raih Hattrick Juara di Super League 2025/2026

Olahraga234 Dilihat

Portal Muria – 16 April 2026 | Legenda Maung Bandung, Max Timisela, yang pernah membela Persib Bandung selama 17 tahun (1962-1979), kembali muncul ke publik dengan doa tulusnya bagi klub kesayangan. Pada Rabu (15 April 2026), Max yang kini berusia 81 tahun menerima kunjungan perwakilan Persib ke kediamannya di Desa Ciptagumita, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Dalam pertemuan yang bersifat silaturahmi ini, sang legenda menyampaikan harapannya agar Persib kembali menjadi kampiun Super League 2025/2026, sehingga tercapai “hattrick” juara setelah dua gelar berturut‑turut pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.

“Terima kasih, Persib selalu ingat dengan jasa‑jasa para pemain dan pelatihnya, termasuk kepada saya. Saya doakan Persib bisa jadi juara lagi pada tahun ini,” ujar Max dengan nada penuh keyakinan. Ia menegaskan bahwa meski kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, hatinya tetap berdegup kencang mengikuti perkembangan tim, terutama di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak yang telah membawa Persib meraih dua gelar Liga 1 Indonesia secara beruntun.

Karier Max Timisela tidak hanya terbatas pada lapangan hijau. Sebagai anggota klan Timisela, ia bersama tiga saudaranya – Freddy, Hengky, dan Pietje – menjadi pilar Persib dan juga tim nasional Indonesia pada era 1950‑1960-an. Setelah mengakhiri karier pemain, Max beralih menjadi pelatih dan asisten pelatih Nandar Iskandar, yang berhasil mengantarkan Persib menjuarai kompetisi Perserikatan 1986. Selanjutnya, ia dipercaya mengurusi Sekretariat Persib di Jalan Gurame No. 2 Bandung serta memimpin panitia pelaksanaan pertandingan pada masa transisi awal era profesional.

Berikut rangkuman singkat perjalanan karier Max Timisela:

  • 1962-1979: Pemain Persib Bandung, berposisi sebagai gelandang kreatif.
  • 1986: Asisten pelatih, membantu Persib menjuarai Perserikatan.
  • 1990-an: Kepala Sekretariat Persib, mengelola administrasi klub.
  • 2000-an: Penanggung jawab panitia pertandingan pada era profesional pertama.

Keputusan Max untuk menurunkan diri dari aktivitas publik tidak mengurangi kepeduliannya terhadap Persib. Ia tetap menyimak perkembangan tim, termasuk posisi Persib di klasemen sementara Super League yang kini menyisakan tujuh laga. Saat ini, Persib berada di puncak klasemen dengan 64 poin, unggul empat poin atas Borneo FC dan sembilan poin dari Persija Jakarta.

Dominasi Persib ini didukung oleh performa impresif pemain asing seperti Marc Klok, yang bersama rekan‑rekan setimnya berhasil menciptakan serangan tajam dan pertahanan kokoh. Bojan Hodak, pelatih asal Kroasia, menekankan pentingnya menjaga momentum dan konsistensi agar tim dapat mengamankan gelar ketiga secara beruntun.

Max Timisela menambahkan, “Meski di rumah saja, saya tetap enjoy dan mengikuti perkembangan Persib. Saya yakin dengan tekad dan kerja keras, Maung Bandung akan kembali mengangkat trofi.” Doa dan harapan sang legenda ini menambah semangat para pemain, staf, dan suporter untuk terus berjuang hingga akhir musim.

Jika Persib berhasil menggapai hattrick juara, catatan sejarah klub akan bertambah panjang, menegaskan posisi Persib sebagai salah satu institusi sepak bola paling berpengaruh di Indonesia. Doa Max Timisela menjadi simbolik bahwa warisan para legenda tetap hidup dan menginspirasi generasi baru, sekaligus mengingatkan seluruh elemen klub bahwa keberhasilan bukan hanya milik saat ini, melainkan hasil akumulasi kerja keras selama puluhan tahun.

Dengan dukungan penuh dari manajemen, pelatih, pemain, serta suporter yang setia, harapan Max Timisela untuk melihat Persib kembali menjuarai Super League tampak semakin realistis. Waktu akan membuktikan apakah Maung Bandung mampu menorehkan hattrick juara yang selama ini dinantikan.