Transportasi Sulawesi Selatan Lebih Aman: Jasa Raharja Gencarkan Pendekatan Penta Helix

Otomatif64 Dilihat

Portal Muria – 15 April 2026 | Makassar, 14 April 2026 – Pada Senin (13/04/2026) Direktorat Utama Jasa Raharja menggelar Diskusi Keselamatan Transportasi yang melibatkan lima pilar utama masyarakat, atau yang dikenal dengan istilah Penta Helix. Acara yang berlangsung di Kantor Wilayah Jasa Raharja Sulawesi Selatan ini mempertemukan perwakilan kepolisian, dinas pendidikan, perhubungan, kesehatan, BPTD, BBPJN, Dinas Bina Marga, organisasi profesi, perusahaan transportasi, rumah sakit, komunitas ojek online, serta akademisi universitas terkemuka di provinsi tersebut. Tujuan utama diskusi ialah memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas secara terpadu dan berbasiskan data.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menekankan bahwa paradigma keselamatan transportasi harus beralih dari responsif ke preventif. Ia menuturkan bahwa data Triwulan I 2026 menunjukkan peningkatan nilai santunan di Sulawesi Selatan sebesar 11,14 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara jumlah kecelakaan naik sekitar 8 % menjadi lebih dari 2.000 kasus. Di tingkat nasional, data IRSMS Korlantas Polri mencatat lebih dari 151.000 kecelakaan dan 217.000 korban per tahun, dengan tren kenaikan yang konsisten.

Awaluddin menegaskan peran Jasa Raharja tidak hanya sekadar penyalur santunan, melainkan bagian integral dari ekosistem pencegahan. Upaya tersebut mencakup pemetaan titik rawan kecelakaan (blackspot), edukasi tersegmentasi, serta peningkatan kapasitas respon pertama di lapangan. “Kecelakaan bukan sekadar kehilangan nyawa, melainkan menimpa usia produktif yang menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, kami berupaya mengubah fokus dari penanganan semata menjadi pencegahan yang terintegrasi,” ujarnya.

Dirlantas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Pria Budi, melaporkan bahwa meskipun jumlah kecelakaan meningkat 8 %, angka fatalitas berhasil ditekan 24 % dari 234 jiwa pada Triwulan I 2025 menjadi 179 jiwa pada periode yang sama tahun 2026. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Parameter Triwulan I 2025 Triwulan I 2026
Kecelakaan ~1.850 ~2.000
Fatalitas 234 jiwa 179 jiwa
Persentase Fatalitas 12,6 % 9,0 %

Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa 74 % kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal, dengan sepeda motor terlibat pada 78 % kasus. Waktu rawan terjadi antara pukul 15.00–18.00 WITA, biasanya dalam kondisi cuaca cerah dan jalan baik. Polda Sulsel telah memetakan titik rawan di beberapa wilayah, dengan konsentrasi tertinggi di Makassar, Maros, Barru, dan Pangkep. Penegakan hukum didukung oleh 89 unit ETLE, terdiri dari 14 unit statis dan 74 unit handheld.

Diskusi menghasilkan beberapa keputusan strategis, antara lain:

  • Penguatan edukasi interaktif keselamatan berkendara di lokasi rawan kecelakaan.
  • Perluasan program E-PELANTAS ke seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
  • Integrasi data SIM‑RS dengan platform JR Care untuk mempercepat penerbitan Guarantee Letter (GL) bagi korban.
  • Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi komunitas pengemudi sebagai first responder.

Dari sisi infrastruktur, Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan pemeliharaan dan peningkatan jalan sepanjang 1.000 km pada periode 2025–2027. Sementara Dinas Perhubungan berkomitmen menambah koridor angkutan umum dari dua menjadi tiga koridor, memperluas akses transportasi publik yang lebih aman dan teratur.

Jasa Raharja menilai kolaborasi lintas sektor ini krusial untuk membangun peta jalan keselamatan transportasi berbasis data serta kondisi lokal. Tanpa sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, layanan kesehatan, dan sektor swasta, upaya penurunan angka kecelakaan tidak akan maksimal. Dengan pendekatan Penta Helix, diharapkan langkah preventif dapat diimplementasikan secara berkelanjutan, menurunkan fatalitas, dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Keberhasilan penurunan fatalitas pada tahun 2026 menjadi bukti bahwa kebijakan berbasis data, edukasi tersegmentasi, dan respons cepat dapat mengubah pola kecelakaan yang selama ini berulang. Kedepannya, Jasa Raharja bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau indikator keselamatan, menyesuaikan program edukasi, serta memperluas jaringan first responder guna memastikan bahwa setiap nyawa memiliki peluang lebih besar untuk selamat.