Penertiban Ojek Liar di Kawasan Menara Kudus, Polisi Turun Tangan Usai Aduan Warga

Berita, Kudus645 Dilihat

KUDUS, PortalMuria.com  – Kepadatan arus peziarah di kawasan Masjid Menara Kudus pada libur Lebaran 2026 berujung pada penertiban sejumlah ojek liar, Senin (23/3/2026) sore. Langkah ini diambil setelah warga sekitar mengeluhkan kemacetan parah melalui kanal “Lapor Pak Kapolsek”.

Keluhan tersebut menyebutkan akses di depan Masjid Menara nyaris lumpuh akibat parkir dan aktivitas ojek yang tidak tertib.

Menanggapi laporan itu, Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan bersama personel langsung turun ke lokasi. Operasi turut melibatkan tim Strong Point ADA yang dipimpin Waka Polsek Kudus Kota IPTU Ngatno.

AKP Subkhan mengungkapkan, lonjakan jumlah peziarah selama libur Lebaran dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk beroperasi sebagai ojek liar.

“Banyak yang tidak menggunakan rompi identitas resmi paguyuban, sehingga sulit dikontrol dan tidak mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Kondisi tersebut tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik dengan warga setempat.

Situasi di lapangan bahkan sempat memanas. Akses jalan di sepanjang Jalan Menara tertutup akibat dijadikan pangkalan ojek liar, hingga hampir terjadi keributan.

“Tadi hampir saja terjadi keributan karena akses tertutup. Maka kami ambil langkah tegas untuk membersihkan area dari ojek yang tidak tertib,” tegas AKP Subkhan.

Penertiban dilakukan untuk mengurai kemacetan sekaligus mencegah gesekan sosial yang lebih luas.

Dari hasil asesmen di lapangan, polisi menemukan sejumlah pelanggaran yang meresahkan. Selain tidak menggunakan atribut resmi, para ojek liar juga disebut mematok tarif di luar kesepakatan.

“Tarif yang dipasang tidak sesuai kesepakatan resmi, sehingga memberatkan para peziarah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, aktivitas mereka juga menutup akses pedagang dan lalu lintas warga, memperparah kondisi kemacetan di kawasan wisata religi tersebut.

Usai penertiban, Polsek Kudus Kota berkolaborasi dengan Satlantas dan Satsabhara Polres Kudus untuk melakukan penataan ulang di kawasan Menara.
Pihak kepolisian juga meminta paguyuban ojek resmi agar menindak tegas anggotanya yang melanggar aturan.

“Kawasan Menara adalah ikon wisata religi. Jangan sampai kenyamanan peziarah dan ketenangan warga terganggu oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi,” tegas AKP Subkhan.

Pasca penertiban, kondisi di kawasan Masjid Menara Kudus dilaporkan kembali kondusif. Arus lalu lintas berangsur normal dan aktivitas warga serta peziarah dapat kembali berjalan lancar.

Langkah cepat aparat ini diharapkan mampu menjaga ketertiban, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama musim libur Lebaran.

(Red.)