JEPARA, PortalMuria.com – Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, ratusan umat Hindu dari wilayah Muria Raya menggelar Upacara Melasti di Pantai Tirto Samudro Bandengan, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2026).
Umat Hindu yang datang dari berbagai daerah seperti Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora mengikuti prosesi sakral tersebut dengan penuh khidmat. Mereka tampak mengenakan pakaian serba putih, lengkap dengan ikat pinggang kuning, penutup kepala, serta membawa berbagai sesaji dan benda sakral.
Pantauan di lokasi, para jemaah mulai berkumpul sekitar pukul 08.30 WIB, kemudian berjalan beriringan dalam kirab menuju bibir pantai untuk melaksanakan rangkaian upacara Melasti.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jepara, Ngarbianto, mengatakan bahwa sekitar 700 umat Hindu dari wilayah Muria Raya, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora mengikuti upacara tersebut.
Menurutnya, Melasti merupakan ritual penyucian diri yang dilaksanakan beberapa hari sebelum Hari Raya Nyepi, yang pada tahun ini jatuh pada Kamis (18/3/2026).
“Upacara Melasti merupakan suatu proses pembersihan diri manusia, alam, dan benda-benda yang dianggap sakral. Ada sekitar 700 umat Hindu se-Pati Raya yang hadir,” jelas Ngarbianto.
Dalam prosesi tersebut, umat Hindu memanjatkan doa kepada Hyang Widhi Wasa dengan memanfaatkan air kehidupan dari laut sebagai simbol penyucian.
Air laut dipercaya mampu membersihkan unsur negatif yang melekat pada diri manusia maupun benda-benda sakral, sehingga kembali suci sebelum menjalani tapa brata penyepian saat Hari Raya Nyepi.

Sebelum mengikuti Upacara Melasti, umat Hindu yang hadir terlebih dahulu melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, seperti membersihkan rumah dan tempat ibadah, membagikan sembako kepada warga sekitar, melakukan bakti sosial, serta membagikan takjil kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus simbol kebersamaan antarwarga di tengah keberagaman.
Tahun ini, perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut, menurut Ngarbianto, justru menjadi momentum untuk memperkuat nilai toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.
“Di tengah bersamaan antara Hari Raya Nyepi dengan ibadah puasa Ramadan menjelang Idulfitri, umat Hindu tetap dapat menghormati dan menjalin toleransi antarumat beragama agar tercipta kondisi yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Upacara Melasti di Pantai Bandengan ini pun bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga menjadi pesan kuat tentang harmoni, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam dan sesama manusia di tengah masyarakat Muria Raya.
(Red.)








