Usai Kembalikan MBG, SMPN 1 Tayu Disidak DPRD Pati: Isu Ijazah Ditahan hingga Tudingan Politis Mencuat

Berita, Pati730 Dilihat

Pati, PortalMuria.com Belum genap sepekan usai pengembalian ratusan paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG), SMP Negeri 1 Tayu mendadak didatangi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pati dalam inspeksi mendadak (sidak), Senin (2/3/2026).

Sidak dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh jajaran Komisi D yang dipimpin Bandang Waluyo. Kedatangan rombongan wakil rakyat itu disebut untuk mengklarifikasi isu penahanan ijazah siswa karena tunggakan pembayaran, serta mempertanyakan dugaan penurunan prestasi sekolah.

Kepala Sekolah Bantah Tegas Isu Penahanan Ijazah

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 1 Tayu, Sri Wahyuni, dengan tegas membantah tudingan bahwa sekolah menahan ijazah siswa. “Jadi tidak benar informasi itu (penahanan ijazah siswa, red),” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejak awal pihak sekolah telah mengumumkan kepada siswa dan wali murid agar mengambil ijazah langsung ke sekolah. Namun, diakuinya masih ada beberapa yang belum mengambilnya hingga kini.

Menurutnya, tidak ada niat sedikit pun dari pihak sekolah untuk menahan ijazah dengan alasan apa pun. “Selain melanggar aturan, risikonya juga besar. Bisa terkena rayap, banjir, atau bahkan hilang. Yang datang ke TU, tanda tangan, langsung kami berikan,” jelasnya.

Selain isu ijazah, DPRD juga menyoroti dugaan penurunan prestasi siswa. Namun Sri Wahyuni kembali membantah.
Ia menyebut, justru dalam beberapa tahun terakhir prestasi akademik maupun non-akademik siswa meningkat signifikan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional.

Data tahun 2025 mencatat:

  • 191 prestasi tingkat kabupaten
    31 prestasi tingkat provinsi
    22 juara tingkat nasional
    10 juara tingkat internasional

Bahkan pada 2025, SMPN 1 Tayu disebut menjadi sekolah dengan skor tertinggi dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) serta turut berkontribusi dalam capaian Innovative Government Award (IGA).

“Data terakhir, total ada ratusan prestasi. Jadi tudingan penurunan itu tidak benar,” tegasnya.

Isu MBG dan Dugaan Muatan Politis
Waktu pelaksanaan sidak yang berdekatan dengan pengembalian ratusan paket MBG memunculkan spekulasi di ruang publik. Sejumlah netizen menilai sidak tersebut sarat kepentingan politis.

Komentar warganet di media sosial bahkan menyebut sidak itu sebagai pengalihan isu pasca pengembalian MBG oleh pihak sekolah.

Sebelumnya diberitakan, SMPN 1 Tayu mengembalikan ratusan paket MBG pada Jumat (27/2/2026). Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan langsung pengembalian MBG dengan sidak DPRD tersebut.

Situasi ini pun memantik perdebatan di masyarakat: apakah sidak murni fungsi pengawasan legislatif, atau ada dinamika lain di baliknya? Awak media masih berupaya meminta klarifikasi lanjutan dari pihak DPRD Pati terkait hasil resmi sidak tersebut. (*)