Kualitas Menu Disorot, Plt Bupati Pati Perintahkan Sidak SPPG Bermasalah

Berita, Pati1191 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Pemerintah Kabupaten Pati tak tinggal diam menyikapi laporan masyarakat terkait kualitas menu di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa Satgas Menu Bergizi (MBG) telah diaktifkan dan siap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG yang dikeluhkan warga.

Langkah tegas tersebut disampaikan Chandra saat meresmikan SPPG Yayasan Masda Putra Abadi di Desa Pegandan, Kecamatan Margorejo, Jumat (6/2/2026). Menurutnya, pengawasan menjadi kunci agar program pemenuhan gizi benar-benar memberikan manfaat optimal bagi penerima.

Chandra menyebutkan, sidak akan difokuskan pada SPPG yang dilaporkan masyarakat, khususnya terkait kualitas menu dan standar pelayanan. Ia menegaskan, seluruh SPPG wajib berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi kebersihan, sanitasi, hingga keamanan pangan.

“Kami akan melakukan sidak ke SPPG-SPPG yang dilaporkan masyarakat. Ini bentuk keseriusan Pemkab Pati agar program ini benar-benar berkualitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Pati menilai bahwa SPPG yang dikelola di lingkungan pondok pesantren umumnya memiliki komitmen kuat terhadap kebersihan dan sanitasi. Hal itu, menurutnya, tercermin pada SPPG Yayasan Masda Putra Abadi.

Mulai dari sarana pengolahan makanan, pengelolaan limbah, hingga sistem pembuangan air dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Alhamdulillah, SPPG ini dimotori langsung oleh pendiri pondok pesantren, sehingga saya tidak khawatir. Dari fasilitas hingga sanitasi sudah terlihat memenuhi standar. Komitmennya juga luar biasa karena makanan harus dihabiskan untuk penerima manfaat,” ujar Chandra.

Tak hanya soal standar, Chandra juga mendorong agar SPPG Masda Putra Abadi bisa menjadi SPPG percontohan di Kabupaten Pati. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal agar potensi daerah ikut terangkat.

“Harapan kami, SPPG Masda Putra Abadi ini bisa menjadi SPPG teladan, termasuk dalam penggunaan bahan baku lokal agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Maslakhul Huda sekaligus Rektor IPMAFA, Abdul Ghaffar Rozin, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal keberlangsungan SPPG.
Ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik, kelengkapan administratif, serta pengelolaan anggaran yang transparan dan bertanggung jawab.

“SPPG ini adalah wajah pesantren, kampus, dan pengabdian kepada masyarakat. Apa yang diterima dari pemerintah harus dibelanjakan sebaik-baiknya untuk penerima manfaat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta pengelola SPPG aktif berkoordinasi dengan masyarakat dan aparatur setempat, sekaligus memastikan keamanan pangan sejak bahan baku hingga proses distribusi.

(Red.)