Jembatan Klakahkasihan Gembong Pati Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Akses Antar Dukuh Terputus

Berita, Pati1348 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Terjangan banjir bandang kembali memakan korban infrastruktur di lereng Pegunungan Muria. Sebuah jembatan penghubung antar dukuh di Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, rusak parah hingga ambruk ke tengah sungai, Jumat (9/1/2026) malam.

Jembatan yang berada di wilayah Dukuh Domo itu tak kuasa menahan derasnya arus air sungai yang mendadak membesar usai hujan lebat mengguyur kawasan Muria sejak sore hari. Akibatnya, akses vital warga yang menghubungkan Desa Klakahkasihan dengan sejumlah dukuh di Desa Bageng kini terputus total.

Pantauan di lokasi menunjukkan, bagian barat jembatan ambrol ke dasar sungai setelah penyangga di ujung bangunan runtuh. Tak hanya itu, tebing sungai di sekitar jembatan juga longsor, membuat jalan cor menuju jembatan terbelah dan tak bisa dilalui kendaraan.

Putusnya jalur tersebut memaksa warga untuk mencari jalan alternatif yang jaraknya jauh dan memakan waktu lebih lama.

Warsono, warga Dukuh Karang Panas, Desa Klakahkasihan, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saat debit air sungai meningkat drastis.

“Air sungai naik cepat sekali. Tidak lama kemudian, jembatan ambruk,” ungkap Warsono, Sabtu (10/1/2026).

Ia menegaskan, jembatan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari ke sawah, ke pasar, hingga anak-anak berangkat sekolah.

Jembatan di Dukuh Domo selama ini menjadi jalur alternatif penting bagi warga dari sejumlah dukuh, seperti Klakahkasihan, Karang Panas, Pakis, Jimat, hingga Pondokan di Desa Bageng.

“Sekarang harus memutar. Bisa lewat Kendil atau Klakah, tapi jaraknya lumayan jauh,” keluhnya.

Menurut Warsono, jembatan di Dukuh Domo selama ini menjadi jalur alternatif penting bagi warga dari sejumlah dukuh, seperti Klakahkasihan, Karang Panas, Pakis, Jimat, hingga Pondokan di Desa Bageng.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan darurat. Minimal, pemasangan jembatan sementara agar mobilitas dan roda ekonomi warga tidak lumpuh terlalu lama.

“Kalau bisa segera ada jembatan darurat. Soalnya ini jalur penting,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Klakahkasihan, Handziq S.J, menyampaikan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Pati.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke kecamatan dan pemkab. Saat ini kami juga mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi jembatan,” tegasnya.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi tebing sungai yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

(Red.)